alexametrics

Fadli Zon Imbau Umat Beragama Jangan Mau Diadu Domba

loading...
Fadli Zon Imbau Umat Beragama Jangan Mau Diadu Domba
Serentetan serangan atau kekerasan terhadap sejumlah tokoh keagamaan yang terjadi akhir-akhir ini mendapat perhatian Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (Foto/SINDOphoto/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Serentetan serangan terhadap tokoh keagamaan yang terjadi akhir-akhir ini mendapat perhatian Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Jika sebelumnya serangan dialami sejumlah tokoh Islam, ulama dan ustaz, serangan kini menimpa Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta.

Fadli Zon pun mengecam aksi tersebut, sekaligus mendesak Polri mengusut tuntas aksi-aksi brutal ini, termasuk motif para pelaku.

"Aksi penyerangan terhadap jamaah dan pimpinan Misa di Gereja Lidwina Sleman, Yogyakarta, jelas melukai kita. Saya mengecam tindakan tak beradab tersebut. Tindakan itu sama sekali tak mencerminkan ajaran agama manapun," kata Fadli Zon, Selasa (13/2/2018).

Tapi di sisi lain kata Fadli Zon, semua pihak harus jeli menilai kejadian tersebut. Apalagi kejadian serupa bukan kali pertama terjadi.



"Jangan sampai kita gampang menuduh seolah aksi terhadap kelompok A pastilah disebabkan kelompok B atau sebaliknya. Sebab, saya mencium aroma adu domba antar kelompok," ungkapnya.

Politikus partai Gerindra ini menegaskan, isu agama adalah isu sensitif. Sehingga, aparat kepolisian harus bekerja cepat dan transparan, agar tidak muncul spekulasi dan prasangka yang bisa memicu konflik di tengah masyarakat.

"Terlebih di tahun-tahun politik seperti sekarang. Upaya-upaya yang mengarah kepada adu domba, membenturkan masyarakat, akan semakin banyak. Itu sebabnya pemerintah, dalam hal ini aparat keamanan, harus bisa mengantisipasi agar peristiwa serupa tak terulang," tegasnya.

"Dari sisi keamanan, rentetan tindak kekerasan ini merupakan tamparan bagi pemerintah. Ini menunjukkan pemerintah belum bisa memberikan jaminan rasa aman. Padahal, ulama, santri, pendeta, dan jemaat gereja adalah warga negara yang berhak mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah," pungkasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak