Kemenag Launching Indeks Kerukunan Umat Beragama 2021
Senin, 20 Desember 2021 - 19:25 WIB
loading...
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Balitbang Diklat melaunching Indeks Kerukunan Umat Beragama 2021 di Institute Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Foto/Kemenag
A
A
A
SOLO - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Balitbang Diklat melaunching Indeks Kerukunan Umat Beragama 2021 di Institute Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Achmad Gunaryo menilai kegiatan ini sebagai suatu yang strategis.
Ada empat alasan, mengapa launching kali kali ini disebut strategis. Pertama, ini adalah ruang diseminasi riset kebijakan berupa pemetaan kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia sekaligus dinamika keagamaan aktual, mencari formula solusi untuk kebijakan keagamaan yang lebih baik. Baca juga: Umrah Ditunda, Kemenag : Keputusan Pahit, tapi Demi Kebaikan Bersama
"Kontribusi pemikiran dan hasil riset senantiasa penting dalam rangka membantu perumusan dan pengambilan kebijakan yang berbasis data dan fakta (Evidence Based Policy Making)," ujar Gunaryo dalam sambutannya, Senin (20/12/2021).
Kedua, lanjut dia, Launching Indeks KUB (Kerukunan Umat Beragama) karena kondisi keagamaan di Indonesia sangat dinamis. Gejala intoleransi, ekstrimisme, dan ketidakrukunan terjadi di beberapa daerah.
"Kita perlu hadir dan menjadi bagian dari solusi. Maka membincang dan menawarkan konsep 'moderasi beragama' dan memperkuat kondisi kerukunan umat beragama, merupakan pilihan tepat," jelasnya.
Ada empat alasan, mengapa launching kali kali ini disebut strategis. Pertama, ini adalah ruang diseminasi riset kebijakan berupa pemetaan kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia sekaligus dinamika keagamaan aktual, mencari formula solusi untuk kebijakan keagamaan yang lebih baik. Baca juga: Umrah Ditunda, Kemenag : Keputusan Pahit, tapi Demi Kebaikan Bersama
"Kontribusi pemikiran dan hasil riset senantiasa penting dalam rangka membantu perumusan dan pengambilan kebijakan yang berbasis data dan fakta (Evidence Based Policy Making)," ujar Gunaryo dalam sambutannya, Senin (20/12/2021).
Kedua, lanjut dia, Launching Indeks KUB (Kerukunan Umat Beragama) karena kondisi keagamaan di Indonesia sangat dinamis. Gejala intoleransi, ekstrimisme, dan ketidakrukunan terjadi di beberapa daerah.
"Kita perlu hadir dan menjadi bagian dari solusi. Maka membincang dan menawarkan konsep 'moderasi beragama' dan memperkuat kondisi kerukunan umat beragama, merupakan pilihan tepat," jelasnya.
Lihat Juga :