Partai Perindo Ungkap Pembenahan Tiga Hal Ini untuk Mencegah Suap
Selasa, 19 Desember 2023 - 09:53 WIB
loading...
Ketua Bidang Politik DPP Partai Perindo, Yusuf Lakaseng menilai, budaya sogok atau suap yang terjadi di Indonesia merupakan penyakit akut, Selasa (18/12/2023). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Bidang Politik DPP Partai Perindo , Yusuf Lakaseng menilai, budaya sogok atau suap yang terjadi di Indonesia merupakan penyakit akut. Menurutnya, penyakit tersebut harus segera dituntaskan.
"Budaya sogok masih marak terjadi di Indonesia. Sesungguhnya itu bukan budaya, tapi penyakit dalam masyarakat pramodern dengan kultur feodalisme yang akut masih berkarat pada masyarakatnya di semua level. Terutama pemimpin pemerintahan," kata Yusuf, Selasa (18/12/2023).
Yusuf yang juga Caleg DPR RI Dapil Sulawesi Tengah ini mengatakan, hal tersebut terjadi karena tingkat pendidikan di masyarakat mayoritas masih di level rendah. Jika dilihat data kependudukan di Indonesia sekitar 74 persen pendidikan masyarakatnya tidak mengenyam pendidikan menengah atas atau tidak melebihi pada di tingkat SMA ke bawah.
Baca juga: KPK Klaim Biaya Perjalanan Dinas Bukan Gratifikasi Apalagi Suap
Karena itu Yusuf menyebutkan, solusi atas permasalahan tersebut ada tiga hal. Pertama, perlunya perbaikan pendidikan masyarakat untuk mengenyam pendidikan level perguruan tinggi. Hal itu agar tingkat literasinya bagus dan mengenal ilmu pengetahuan dan tradisi modernisme.
Kedua, penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu agar ada efek jera. "Ketiga, pentingnya keteladanan dari pemimpin, dimulai pada level tertinggi dulu yaitu Presiden dan Wakil Presiden diikuti Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Lurah, hingga Kepala Desa," jelasnya.
Untuk itu, Yusuf mengatakan, pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Ganjar-Mahfud MD merupakan pasangan yang ideal untuk mengentaskan praktik buruk tersebut.
"Budaya sogok masih marak terjadi di Indonesia. Sesungguhnya itu bukan budaya, tapi penyakit dalam masyarakat pramodern dengan kultur feodalisme yang akut masih berkarat pada masyarakatnya di semua level. Terutama pemimpin pemerintahan," kata Yusuf, Selasa (18/12/2023).
Yusuf yang juga Caleg DPR RI Dapil Sulawesi Tengah ini mengatakan, hal tersebut terjadi karena tingkat pendidikan di masyarakat mayoritas masih di level rendah. Jika dilihat data kependudukan di Indonesia sekitar 74 persen pendidikan masyarakatnya tidak mengenyam pendidikan menengah atas atau tidak melebihi pada di tingkat SMA ke bawah.
Baca juga: KPK Klaim Biaya Perjalanan Dinas Bukan Gratifikasi Apalagi Suap
Karena itu Yusuf menyebutkan, solusi atas permasalahan tersebut ada tiga hal. Pertama, perlunya perbaikan pendidikan masyarakat untuk mengenyam pendidikan level perguruan tinggi. Hal itu agar tingkat literasinya bagus dan mengenal ilmu pengetahuan dan tradisi modernisme.
Kedua, penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu agar ada efek jera. "Ketiga, pentingnya keteladanan dari pemimpin, dimulai pada level tertinggi dulu yaitu Presiden dan Wakil Presiden diikuti Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Lurah, hingga Kepala Desa," jelasnya.
Untuk itu, Yusuf mengatakan, pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Ganjar-Mahfud MD merupakan pasangan yang ideal untuk mengentaskan praktik buruk tersebut.
Lihat Juga :