Kemenag Gelar Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin, Bahas Perdamaian Dunia
Jum'at, 15 Desember 2023 - 20:27 WIB
loading...
A
A
A
"Tujuan pelaksanaan Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin ini menggelorakan kembali api dan semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung dan diplomasi Indonesia di Latin Amerika tentang perdamaian dan persatuan bagi masyarakat dunia," katanya.
Selain itu, mengembangkan peran diplomasi publik internasional Indonesia melalui penguatan moderasi beragama, kemudian mendorong terciptanya atmosfir perdamaian dan kerukunan umat beragama di dunia.
"Termasuk menangkal tumbuhnya budaya kekerasan dan kelompok keagamaan ekstrem dan mengajak para pemimpin, ilmuwan, dan praktisi dari beragam latar belakang budaya, politik dan agama untuk terlibat dalam dialog yang bermakna demi meningkatkan moderasi, toleransi, kesetaraan dan keselamatan," katanya.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah narasumber yaitu Penasehat Utama Sheikh Al- Azhar Al-Syarif, Mesir Nahlah Al-Shoaidy, Ketua Umum PBNU, Indonesia Yahya Cholil Staquf. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Tokoh Hindu India Mahamahopadhyaya Bhadreshdas Swami, tokoh Moderate Muslims Maroko Samir Boudinar.
Kemudian Tokoh Moderate Buddhists Thailand Ven Napan Santibhaddo, Tokoh dan intelektual Konfusianisme China, Haiming Wen dan Leimena Intitute Matius Ho.
Ketua Lakpesdam PBNU masa khidmah 2022-2027 Ulil Abshar Abdalla mengatakan, agama harus jadi solusi, bukan sumber konflik. Menurut dia, potensi-potensi konflik di beberapa wilayah di dunia saat ini masih terkait dengan agama.
"Saat ini sudah ada jaringan tokoh-tokoh agama di dunia yang sefrekuensi di mana agama harus menjadi solusi dan bukan sumber konflik," ucapnya.
Selain itu, mengembangkan peran diplomasi publik internasional Indonesia melalui penguatan moderasi beragama, kemudian mendorong terciptanya atmosfir perdamaian dan kerukunan umat beragama di dunia.
"Termasuk menangkal tumbuhnya budaya kekerasan dan kelompok keagamaan ekstrem dan mengajak para pemimpin, ilmuwan, dan praktisi dari beragam latar belakang budaya, politik dan agama untuk terlibat dalam dialog yang bermakna demi meningkatkan moderasi, toleransi, kesetaraan dan keselamatan," katanya.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah narasumber yaitu Penasehat Utama Sheikh Al- Azhar Al-Syarif, Mesir Nahlah Al-Shoaidy, Ketua Umum PBNU, Indonesia Yahya Cholil Staquf. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Tokoh Hindu India Mahamahopadhyaya Bhadreshdas Swami, tokoh Moderate Muslims Maroko Samir Boudinar.
Kemudian Tokoh Moderate Buddhists Thailand Ven Napan Santibhaddo, Tokoh dan intelektual Konfusianisme China, Haiming Wen dan Leimena Intitute Matius Ho.
Ketua Lakpesdam PBNU masa khidmah 2022-2027 Ulil Abshar Abdalla mengatakan, agama harus jadi solusi, bukan sumber konflik. Menurut dia, potensi-potensi konflik di beberapa wilayah di dunia saat ini masih terkait dengan agama.
"Saat ini sudah ada jaringan tokoh-tokoh agama di dunia yang sefrekuensi di mana agama harus menjadi solusi dan bukan sumber konflik," ucapnya.
(abd)
Lihat Juga :