Undicided Voters Masih Tinggi, IPO: Belum Ada Capres-Cawapres Dominan
Senin, 11 Desember 2023 - 23:03 WIB
loading...
Fenomena pemilih belum menentukan sikap (undicided voters) pada pasangan capres dan cawapres masih cukup tinggi dua bulan jelang Pilpres 2024 yang jatuh pada Februari 2024. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Fenomena pemilih belum menentukan sikap (undicided voters) pada pasangan capres dan cawapres masih cukup tinggi dua bulan jelang Pilpres 2024 yang jatuh pada Februari 2024. Hal itu berdasarkan temuan lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada November 2023.
"Survei IPO pada 10-17 November lalu sudah membaca adanya kelompok pemilih yang belum memantapkan pilihan, jumlahnya mencapai 29 persen, ini tentu cukup besar," ujar Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (11/12/2023).
Baca juga: Jelang Debat Pilpres 2024, Ganjar-Mahfud Unggul di Isu Hukum
Melihat tingginya angka undicided voters atau pemilih belum menentukan sikap ini, kata Dedi, bahwa tak ada jaminan bagi pasangan capres-cawapres tertentu untuk bisa memenangkan satu putaran.
"Dengan kondisi itu belum ada satupun kontestan yang dominan," ucapnya.
Dedi pun mengungkap sejumlah alasan yang membuat tingginya angka undicided voters yang berhasil ditangkap dalam temuan jajak pendapat yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Alasan pertama, publik belum sepenuhnya mendengarkan gagasan yang ditawarkan oleh masing-masing paslon capres-cawapres.
"Tingginya angka pemilih yang belum tentukan pilihan dan belum yakin dengan pilihannya saat ini, karena memang belum sepenuhnya mendengar gagasan dan rencana besar tiap kandidat," tuturnya.
"Survei IPO pada 10-17 November lalu sudah membaca adanya kelompok pemilih yang belum memantapkan pilihan, jumlahnya mencapai 29 persen, ini tentu cukup besar," ujar Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (11/12/2023).
Baca juga: Jelang Debat Pilpres 2024, Ganjar-Mahfud Unggul di Isu Hukum
Melihat tingginya angka undicided voters atau pemilih belum menentukan sikap ini, kata Dedi, bahwa tak ada jaminan bagi pasangan capres-cawapres tertentu untuk bisa memenangkan satu putaran.
"Dengan kondisi itu belum ada satupun kontestan yang dominan," ucapnya.
Dedi pun mengungkap sejumlah alasan yang membuat tingginya angka undicided voters yang berhasil ditangkap dalam temuan jajak pendapat yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Alasan pertama, publik belum sepenuhnya mendengarkan gagasan yang ditawarkan oleh masing-masing paslon capres-cawapres.
"Tingginya angka pemilih yang belum tentukan pilihan dan belum yakin dengan pilihannya saat ini, karena memang belum sepenuhnya mendengar gagasan dan rencana besar tiap kandidat," tuturnya.
Lihat Juga :