Menyiapkan Drone untuk Kekuatan Masa Depan TNI

Senin, 11 Desember 2023 - 05:09 WIB
loading...
A A A
Menyederhanakan deskripsi tersebut, perang modern merupakan antitesa perang tradisional yang lazim menggunakan senjata tangan seperti tombak, pedang dan panah sebagai senjata utama yang biasa digunakan di jaman kerajaan. Perang modern ditandai dengan pemanfaatan perkembangan teknologi seiring kemajuan sains dan teknologi. Dalam konteks ini, penggunaan drone merupakan salah satu invensi monumental yang mewarnai perkembangan karakter dan strategi peperangan modern pada abad 21.

Kemenangan Azerbaijan atas Armenia dalam perang memperebutkan wilayah perbatasan, yakni Nagorno-Karabakh, pada 2020 lalu menjadi tonggak pengakuan drone sebagai alutsista perang modern yang berperan sebagai game changer. Penggunaan drone Bayraktar TB2 buatan Baykar Technologies asal Turki dalam momen tersebut bukan hanya menjadi mata-mata bagi militer Azerbaijan untuk mengawasi posisi lawan,tapi sekaligus bertindak sebagai pemukul dengan mengeksekusi target strategis lawan secara langsung.

Perang yang dilakukan Bayraktar TB2 terbilang sangat strategis. Betapa tidak, dia digunakan untuk menyasar sistem radar dan rudal pertahanan udara, sistem artileri medan, peluncur roket multilaras (MLRS), sistem rudal balistik jarak dekat, beragam kendaraan tempur darat, hingga mengeliminasi kelompok pasukan darat Armenia.

Sukses besar di palagan Nagorno-Karabakh menjadikan nama Bayraktar TB2 sebagai alutsista battle proven dan melambung tinggi di persaingan drone tempur dunia. Di sisi lain, pengalaman pertempuran tersebut menggugah kesadaran para ahli strategi militer dunia tentang makna strategis penggunaan drone dalam perang modern.

Apalagi kemudian pada perang Rusia vs Ukraina yang pecah 2022 dan hingga kini masih berlangsung, drone tempur sama digunakan pasukan Ukraina sempat membuat kewalahan pasukan darat Rusia. Catatan paling fenomenal ditorehkan kala Bayraktar TB2 bersama Su-27 Angkatan Udara Ukraina menggempur posisi pasukan Rusia yang menguasai Pulau Ular milik Ukraina di Laut Hitam pada 7 Mei 2022.

baca juga: 7 Keunggulan Drone Tempur Bayraktar Akinci, Berteknologi AI dan Bekerja Layaknya Jet Tempur

Walaupun tidak sefenomenal dua peperangan tersebut, drone sebelumnya telah dimanfaatkan dalam beberapa operasi militer, terutama oleh Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam itu secara intensif memanfaatkannya untuk operasi militer Irak, Iran, Suriah, Libia, Somalia, hingga Afganistan.

Realitas tersebut lagi-lagi menegaskan penggunaan drone tempur sebagai elemen taktis penting dalam mendukung strategi perang modern. Dia bahkan memiliki keunggulan khusus untuk melengkapi sistem persenjataan perang modern lainnya, dalam pesawat tempur generasi teranyar atau dikenal sebagai loyal wingman.

Butuh Komitmen

Keputusan tiga matra di TNI mengakuisi dan menyiapkan satuan drone mengindikasikan langkah kongkret menjadikan pesawat nirawak ini sebagai kekuatan masa depan TNI. Sikap ini sekaligus menunjukkan kesadaran bahwa drone adalah alutsista signifikan dalam perang modern saat ini.

Selain telah diperkuat CH-4 Rainbow, TNI juga telah mengincar drone buatan Turki yang masuk kategori drone berkemampuan terbang pada ketinggian medium dan terbang lama/jauh atau MALE (Medium-Altitude Long-Endurance). Berdasar laporan Janes (9/2/2023), drone dimaksud adalah BayraktarTB2 buatan Baykar Technologies dan Anka yang diproduksi Turkish Aerospace Industries (TUSAS) dengan produknya droneAnka.

baca juga: Dahsyat! Drone Tempur Buatan Israel Perkuat Pasukan Elite Kopasgat TNI AU

Pembelian drone asal Turki itu merupakan bagian dari daftar 16 program pembelian alutsista TNI pada 2023, yang diizinkan untuk menggunakan pinjaman luar negeri. Kemenkeu menyetujui sistem pembiayaan itu, dengan syarat kontrak formal ditandatangani Kemenhan sebelum 31 Desember 2023.

Persetujuan pengadaandronediberikan secara terpisah untuk masing-masing tiga angkatan, beserta amunisinya. Untuk TNI AU , misalnya, Kemenkeu telah mengizinkan jumlah pinjaman hingga USD200 juta tau sekitar Rp3,29 triliun. Sedangkan untukpengadaanamunisi, nilai pinjaman dipatok maksimal sebesar USD38,115 juta atau sekitar Rp577 miliar.

Bila melihat perkembangan tersebut, kapasitas drone tempur yang dimiliki TNI sebenarnya tak ketinggalan dibanding negara kawasan. Termasuk, dibanding Singapura yang diperkuat dengan drone RQ-4 Global Hawk buatan Northrop Grumman, dan Australia telah memesan drone intai strategis kelas HALE (High–Altitude Long–Endurance) Northrop Grumman MQ-4CTritonmade in Amerika Serikat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Rekomendasi
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Berita Terkini
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Yane Bima Arya Harap...
Yane Bima Arya Harap Setiap Anak Peroleh Kasih Sayang dan Rasa Aman
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved