KontraS Sorot Pelanggar HAM Berat Jadi Capres: Impunitas Dilanggengkan

Minggu, 10 Desember 2023 - 21:45 WIB
loading...
KontraS Sorot Pelanggar...
Diskusi bertema Kemunduran Demokrasi dan Pembajakan Konstitusi di salah satu restoran kawasan Jakarta Selatan, Minggu (10/12/2023). Foto: MPI/irfan Maulana
A A A
JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai kondisi demokrasi Indonesia telah mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan pemerintah memberikan ruang bagi para pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Kepala Divisi Impunitas KontraS Jane Rosalina Rumpia mengatakan bahwa pemerintah melakukan impunitas terhadap pelaku pelanggaran HAM. Dia lantas mencontohkan Prabowo Subianto yang kini menjadi Calon Presiden (Capres) 2024.

Diketahui, Prabowo dianggap salah satu orang yang bertanggung jawab dalam operasi penculikan aktivis pada era reformasi 1998. Saat itu Prabowo yang menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dengan jabatan Letnan Jenderal (Letjen) diduga memerintahkan Tim Mawar untuk menculik para aktivis.

Baca Juga: Todung Mulya Lubis Usul Capres-Cawapres Jalani Audit HAM

"Calon Presiden nomor urut 2 sebut saja Prabowo Subianto, sudah jadi rahasia umum dia yang bertanggung jawab atas upaya penculikan paksa di era reformasi tapi dia bisa jadi Capres," ujarnya dalam diskusi bertema Kemunduran Demokrasi dan Pembajakan Konstitusi di salah satu restoran kawasan Jakarta Selatan, Minggu (10/12/2023).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Prabowo bahkan diberikan jabatan menjadi Menteri Pertahanan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di era pemerintahannya. Kata Jane, ini membuktikan bahwa Jokowi tidak bisa berkomitmen dalam menyelesaikan masalah HAM.

"Bukan hanya Prabowo saja, tapi ada jenderal lain yang pelaku pelanggaran HAM masih melenggang bebas," ucapnya.

Baca Juga: Soal HAM, Ganjar-Mahfud Bakal Jadikan Agenda Utama Pemerintahan

Menurut dia, imunitas ini bisa memantik para pelaku kejahatan lainnya untuk terus melakukan kejahatannya. Jane membandingkan Indonesia dengan negara Eropa yang tidak memberikan ruang bagi pelanggan HAM, apalagi duduk di bangku pemerintahan.

Jane menuturkan Pemerintah saat ini memaknai demokrasi hanya hak memilih dan dipilih saja yang berkaitan dengan Kepemiluan. Padahal lebih dari itu.

"Tapi bagaimana negara bisa melakukan upaya penyelesaian HAM, menjamin hak untuk menyatakan berpendapat, hak memperoleh rasa aman dan perlindungan," tegasnya.

Dia melanjutkan bahwa kondisi penyelesaian HAM di Indonesia sama saja dengan demokrasinya yang mengalami kecacatan. Pemerintahan Indonesia saat ini dimanipulasi oleh cengkraman hegemoni kekuasaan.

"Negara gagal untuk menjalankan ilustrasi politik, untuk menjegal para penjahat HAM duduk di pemerintahan," ucapnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
Terdakwa Serda Edi Sudarko...
Terdakwa Serda Edi Sudarko Sebut Andrie Yunus Arogan dan Over Akting
Pengadilan Militer Jakarta...
Pengadilan Militer Jakarta Periksa 4 Terdakwa Kasus Penyiraman Andrie Yunus
Andrie Yunus Tolak Dijenguk...
Andrie Yunus Tolak Dijenguk Oditur Militer di RSCM
TAUD Soroti Ancaman...
TAUD Soroti Ancaman Pidana untuk Andrie Yunus jika Tak Hadir Sidang: Pertama Kali di Indonesia Hakim Ancam Korban
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
KontraS Tolak Wapres...
KontraS Tolak Wapres Gibran Jenguk Andrie Yunus di RSCM, Ini Alasannya
Penglihatan Menurun...
Penglihatan Menurun Akibat Disiram Air Keras, Andrie Yunus Kembali Dioperasi Kelima Kalinya
Rekomendasi
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved