TPN Optimistis Ganjar-Mahfud Menang Satu Putaran
Jum'at, 08 Desember 2023 - 17:35 WIB
loading...
Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid dalam acara deklarasi Progresif (Program Gotong Royong untuk Ekonomi Sejahtera dan Inklusif) di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, Jumat (8/12/2023). FOTO/MPI/ACHMAD AL FIQRI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Tim Pemenangan Nasional ( TPN) Ganjar-Mahfud , Arsjad Rasjid optimistis pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD bakal menang satu putaran. Arsjad yakin Ganjar-Mahfud menang satu putaran.
Menurutnya, hasil survei bisa tak sebanding dengan kenyataan. Apalagi, Ganjar berhasil memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2013 meski elektabilitasnya sempat tertinggal dibandingkan gubernur petahana Bibit Waluyo.
"Waktu Mas Ganjar mulai jadi gubernur waktu itu angka 8%, Pak Bibit waktu itu sudah 30% tapi siapa yang menang akhirnya jadi gubernur adalah Mas Ganjar. Jadi kita harus percaya bahwa kita bisa menang," kata Arsjad dalam acara deklarasi Progresif (Program Gotong Royong untuk Ekonomi Sejahtera dan Inklusif) di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, Jumat (8/12/2023).
Arsjad menargetkan perolehan suara Ganjar-Mahfud sebesar 54%. Untuk itu, ia meminta agar para pendukung Ganjar untuk tidak percaya terhadap hasil survei sejumlah lembaga.
Menurutnya, hasil survei bisa tak sebanding dengan kenyataan. Apalagi, Ganjar berhasil memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2013 meski elektabilitasnya sempat tertinggal dibandingkan gubernur petahana Bibit Waluyo.
"Waktu Mas Ganjar mulai jadi gubernur waktu itu angka 8%, Pak Bibit waktu itu sudah 30% tapi siapa yang menang akhirnya jadi gubernur adalah Mas Ganjar. Jadi kita harus percaya bahwa kita bisa menang," kata Arsjad dalam acara deklarasi Progresif (Program Gotong Royong untuk Ekonomi Sejahtera dan Inklusif) di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, Jumat (8/12/2023).
Arsjad menargetkan perolehan suara Ganjar-Mahfud sebesar 54%. Untuk itu, ia meminta agar para pendukung Ganjar untuk tidak percaya terhadap hasil survei sejumlah lembaga.
Lihat Juga :