Ajak Anak Muda Tidak Golput, Mahfud MD: Satu Suara Besar Manfaatnya untuk Masa Depan Bangsa
Kamis, 07 Desember 2023 - 17:08 WIB
loading...
A
A
A
Diingatkan, Pemilu 14 Februari 2024 merupakan perhelatan politik besar karena pemilihan presiden, pemilihan anggota DPR, pemilihan anggota DPD, dan pemilihan anggota DPRD berlangsung serentak. Pemilu ini jadi ujian yang sesungguhnya bagi bangsa Indonesia dalam menjalankan demokrasi dan mandat reformasi.
Indonesia, kata Mahfud, harus dapat menunjukkan jadi negara yang matang dalam berdemokrasi. Ketika budaya demokrasi sudah terbangun mapan, maka kemungkinan konflik, polarisasi, dan perbedaan yang timbul akibat beda pilihan, dapat dikelola.
Karenanya, meningkatnya keterlibatan masyarakat dan civil society dalam penyelenggaraan pemilu, akan menunjukkan semakin kuatnya tatanan demokrasi. "Libatkan partisipasi seluruh elemen warga negara, termasuk mahasiswa dan anak muda," imbau Mahfud.
Apalagi berdasarkan data, jumlah pemilih pada Pemilu 2024 sekitar 204,8 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 106,3 juta atau 52 persen berusia 17-40 tahun. Jika dirinci, persentase pemilih berusia 17-30 tahun mencapai 31,29 persen dan pemilih berusia 31-40 tahun sebanyak 20,7 persen. Artinya, proporsi pemilih muda, baik generasi milenial maupun Gen Z mendominasi.
"Anak muda gunakan hak pilihnya dan tidak golput, karena satu suara akan sangat besar manfaatnya untuk masa depan bangsa," tekannya.
Mahfud menyebut, anak muda yang tidak golput menandakan kematangan dalam berpikir dan bersikap. Anak muda yang tidak golput akan belajar cara bertanggung jawab sebagai warga negara. Pilihan politik boleh berbeda, tetapi tetap menjaga iklim kritis terhadap penyimpangan.
Indonesia, kata Mahfud, harus dapat menunjukkan jadi negara yang matang dalam berdemokrasi. Ketika budaya demokrasi sudah terbangun mapan, maka kemungkinan konflik, polarisasi, dan perbedaan yang timbul akibat beda pilihan, dapat dikelola.
Karenanya, meningkatnya keterlibatan masyarakat dan civil society dalam penyelenggaraan pemilu, akan menunjukkan semakin kuatnya tatanan demokrasi. "Libatkan partisipasi seluruh elemen warga negara, termasuk mahasiswa dan anak muda," imbau Mahfud.
Apalagi berdasarkan data, jumlah pemilih pada Pemilu 2024 sekitar 204,8 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 106,3 juta atau 52 persen berusia 17-40 tahun. Jika dirinci, persentase pemilih berusia 17-30 tahun mencapai 31,29 persen dan pemilih berusia 31-40 tahun sebanyak 20,7 persen. Artinya, proporsi pemilih muda, baik generasi milenial maupun Gen Z mendominasi.
"Anak muda gunakan hak pilihnya dan tidak golput, karena satu suara akan sangat besar manfaatnya untuk masa depan bangsa," tekannya.
Mahfud menyebut, anak muda yang tidak golput menandakan kematangan dalam berpikir dan bersikap. Anak muda yang tidak golput akan belajar cara bertanggung jawab sebagai warga negara. Pilihan politik boleh berbeda, tetapi tetap menjaga iklim kritis terhadap penyimpangan.
Lihat Juga :