Kemenhan Siap Mengoptimalkan Industri Pertahanan dalam Negeri

Minggu, 31 Desember 2017 - 18:00 WIB
Kemenhan Siap Mengoptimalkan...
Kemenhan Siap Mengoptimalkan Industri Pertahanan dalam Negeri
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membeberkan capaian kinerja selama tiga tahun di bawah naungan Kabinet Kerja Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).

Lembaga yang dipimpin Menhan Ryamizard Ryacudu itu mengklaim program prioritas yang ditargetkan mengalami peningkatan cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Kemenhan memiliki lima kebijakan pertahanan prioritas di antaranya, membangun TNI profesional, mewujudkan perdamaian dunia, pengamanan daerah perbatasan, industri pertahahan dalam negeri, hingga mewujudkan bela negara.

Dalam rangka membentuk profesionalitas TNI, Kemenhan berupaya meningkatkan pemenuhan kekuatan pokok atau MEF. Dari tahun 2014-2017 peningkatan persentase pemenuhan kekuatan pokok TNI mencapai 50,9 persen dari semua matra TNI.

TNI yang profesional juga harus ditopang dengan pemenuhan kesejahteraan, salah satunya dalam bentuk bangunan rumah untuk para prajurit.

"Di tahun 2017 Kemenhan sudah 7.761 unit dari 4.946 unit rumah di tahun 2014," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Totok Sugiharto, dalam keteranganya, Minggu (31/12/2017).

Sedangkan untuk pengamanan daerah perbatasan, beber Totok, Kemenhan juga sudah berhasil membangun Jalan Inspeksi dan Patroli keamanan sepanjang 1246 Km di tahun 2017.

Pembangun jalan tersebut termasuk perpanjangan Runway Lanud R. Sajad, Natuna, Dermaga Posal Sei Pancang, Sebatik, dan Dermaga Macan Tutul, Merauke.

Sementara itu, khusus pembangunan pos perbatasan kini pihak Kementerian Pertahanan sudah berhasil mendirikan 80 Pos Pamtas di Kalimantan, Papua, NTT pada tahun 2017.

Keterlibatan Indonesa dalam upaya menjaga perdamaian dunia di tahun 2017 juga semakin meningkat. Selaras dengan hal tersebut, pada tahun 2017 ini keterlibatan Indonesia dalam bidang kerjasama dengan Kemenhan dari negara lain juga rutin dilakukan.

"Kementerian Pertahanan Indonesia aktif dalam kerja sama seperti, Eyes-in-the-Sky (EiS), Intelligence serta Exchange Group (IEG), Patroli Laut Indomalphi, hingga Patroli Udara Trilateral," ucap Totok.

Peningkatan juga datang dari sektor industri pertahanan dalam negeri. Totok mengatakan, kontribusi industri pertahanan dalam negeri terhadap kekuatan pokok minimum pada tahun 2016 mencapai 44,6 persen.

Terakhir, Kemenhan juga berhasil mengupayakan kesadaran bela negara di Indonesia. Kesadaran bela negara menjadi salah fokus kementerian lantaran merupakan pertahanan terakhir dalam menjaga bangsa dan negara.
(maf)
Berita Terkait
Ancaman Siber Kian Canggih,...
Ancaman Siber Kian Canggih, ITSEC Cyber Academy Siapkan Tentara Digital untuk Kemhan Senilai Rp960 Miliar
Brigjen TNI Totok Serahkan...
Brigjen TNI Totok Serahkan Jabatan Karo Humas Kemhan ke Kolonel Ignatius
Brigjen Fahrid Amran:...
Brigjen Fahrid Amran: Sumber Daya Alam dan Buatan Komponen Penting Pertahanan Negara
Bertemu Dubes Denmark,...
Bertemu Dubes Denmark, Prabowo Bahas Pentingnya Pertahanan Udara
Sekjen Kemhan: Konflik...
Sekjen Kemhan: Konflik Antarnegara Menyulut Tumbuhnya Kelompok Ekstrem
Kasus Satelit Komunikasi...
Kasus Satelit Komunikasi Kemhan, Kejagung Periksa 11 Saksi
Berita Terkini
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved