alexametrics

Ini Enam Kejahatan Konvensional yang Mendominasi Sepanjang 2017

loading...
Ini Enam Kejahatan Konvensional yang Mendominasi Sepanjang 2017
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut kejahatan konvensional secara umum menurun sepanjang 2017, tapi tindak penganiayaan berat mengalami kenaikan. (Foto/Ilustrasi/SINDONEWS/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut kejahatan konvensional secara umum menurun sepanjang 2017. Dari enam jenis kejahatan konvensional utama yang ada, tindak penganiayaan berat jadi satu yang mengalami kenaikan.

Tito membeberkan, enam jenis kejahatan konvensional yang ada yakni pencurian dan pemberatan, pencurian bermotor, penipuan, penggelapan, penganiayaan berat, dan pencurian dengan kekerasan.



"Hampir semua jenis kejahatan konvensional menurun kecuali penganiayaan berat. Penganiayaan berat justru meningkat," kata Tito saat menjabarkan Catatan Akhir Tahun Kepolisian 2017 di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (29/12/2017).

Tito membeberkan, jumlah angka penganiayaan berat sepanjang 2017 yang ditangani kepolisian ada 13.358 kasus. Jumlah itu meningkat 12 persen ketimbang 2016 yang sebanyak 11.941 kasus.

Sementara kejahatan pencurian berat sepanjang 2017 tercatat ada 30.657 kasus. Sedangkan, pada 2016 tercatat sebanyak 36.477 kasus. "Menurun 16 persen," ungkap Tito.

Angka pencurian kendaraan bermotor juga mengalami penurunan sebanyak 17 persen. Pada 2016, polisi mencatat ada 34.755 kasus pencurian bermotor, sementara pada 2017 ada 28.623 kasus.

Kejahatan penipuan mengalami penurunan 14 persen sepanjang tahun ini. Pada 2017, angka kejahatan penipuan ada di angka 23.366 kasus, sementara di 2016 ada 27.329 kasus.

Berikutnya kejahatan penggelapan, pada 2017 tercatat sebanyak 15.993 kasus, sedangkan 2016 ada 19.585 kasus. Jumlah kejahatan penggelapan menurun 18 persen.

Terakhir adalah kejahatan pencurian dengan kekerasan. Sepanjang 2017 polisi mencatat kejahatan jenis itu ada di angka 7.834 kasus. Sementara, pada tahun sebelumnya tercatat 10.059 kasus.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak