Terkucil Dikecam Kejam dan Misinformasi

Selasa, 05 Desember 2023 - 09:35 WIB
loading...
A A A
Ketiga, para pemimpin Arab harus kompak menggunakan diplomasi untuk mempublikasikan keadilan perjuangan Palestina serta memobilisasi dukungan di forum internasional, sampai tercapai konsensus yang mengkritik praktik entitas Israel, yang dapat memaksa mereka menghentikan agresi yang telah berlangsung selama berhari-hari ini

Memang, praktik selama ini, diplomasi Arab dirasakan relatif lemah, membuat beberapa negara yang selama ini mendukung perjuangan Palestina mundur dari posisinya dan berbalik berpihak pada entitas Israel. Hal ini terjadi karena Israel berhasil menyusup ke banyak entitas dan kelompok lokal, regional, dan internasional.

Bocornya Informasi Intelijen yang Melemahkan Israel Sendiri

Sungguh tidak bisa disangka bahwa negara sekuat dan setangguh Israel bisa mengalami bocor dokumen intelijennya yang dimuat di global media. Ada analisis yang menganggap kebocoran informasi intelijen dari internal Israel, karena kelemahan siatem intelijen seperti halnya serangan 7 oktober lalu, saat Netanyahu mendapat informasi yang keliru sehingga Israel yang tidak siap, dan dengan mudah bisa diserbu Hamas. Kelemahan intelijen ini juga terjadi terhadap perlakuan sandera yang kejam berbanding terbalik dengan perlakuan humanis Hamas terhadap tawanan sebagai fenomena Stockholm Syndrome. Kebencian dan tuntutan meluas terjadi terhadap pemerintah Israel bahkan oleh warganya sendiri eks tawanan Hamas.

Kebocoran kali ini juga terjadi, sebagaimana dimuat dalam situs web yang berbasis di Tel Aviv bernama "+972", yang menulis bahwa aplikasi kecerdasan buatan, yang disebut "Habsora", yang digunakan tentara Israel untuk menentukan target dalam serangannya terhadap Jalur Gaza, telah digunakan dengan sengaja untuk menyerang infrastruktur sipil, dan di situ selalu diketahui berapa banyak warga sipil yang akan tewas dalam serangan. Target dihasilkan secara otomatis dengan aplikasi ini.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh situs web "+972" bekerja sama dengan Local Call dan berdasarkan wawancara dengan tujuh anggota intelijen Israel saat ini dan mantan, termasuk personel intelijen militer dan angkatan udara yang terlibat dalam serangan Israel di Gaza, tentara Israel memfokuskan target di Gaza. Ia menggunakan teknologi kecerdasan buatan saat memilih target. Menurut juru bicara militer, pada 10 November, Israel telah menyerang total 15.000 sasaran di Gaza dalam 35 hari pertama serangan tersebut.

Menurut penelitian tersebut, dibandingkan dengan serangan-serangan Israel sebelumnya di Gaza, dalam serangan kali ini tentara Israel secara signifikan dapat meningkatkan sasarannya terhadap permukiman sipil, sementara sasaran-sasaran tersebut mencakup tempat tinggal pribadi, gedung-gedung publik, infrastruktur sipil, yang oleh tentara digambarkan sebagai “kekuatan target".

Menurut sumber intelijen yang dimuat di berbagai media di Turki, Barat, dan Arab, Israel juga pernah melakukan serangan terhadap Gaza pada masa lalu, tujuan serangan terhadap infrastruktur sipil adalah untuk “dengan sengaja” menyerang warga sipil di Palestina dan untuk menciptakan guncangan yang akan berujung pada tekanan sipil terhadap Hamas. Tapi malah terjadi sebaliknya, warga sipil semakin mencintai Hamas. Sebagaimana dalam peperangan, maka kelemahan dan setiap kebocoran informasi akan dimanfaatkan oleh lawan untuk memperkuat posisi dan simpati masyarakat guna memperlancar dukungan dalam setiap pergerakan gerilyanya.

Hamas juga melakukan propaganda, video tentang korban salah lirik "friendly fire " Israel yang melemahkan Israel. Dalam sebuah video yang dipublikasikan Hamas, ada seorang tentara wanita yang ditawan bernama "Faul Asiyani", yang mengaku tentara Iarael yang berasal dari Maroko. Dia membuat testimoni dan mengatakan, "Saya berusia 19 tahun, saya telah berada di sini selama 4 hari. Seluruh Gaza terkena serangan rudal. Ada tahanan-tahanan lain bersama saya di sini. Kami takut mati, takut mati, karena rudal-rudal kita tersebut."

Saat berbicara kepada pemerintah dan tentara Israel, Asiyani berkata, "Tolong hentikan. Ledakan terjadi sangat dekat dengan saya di sini."

Nah, Brigade Qassam mempublikasikan dengan sejumlah tujuan. Pertama, "Hentikan bombardment". Kedua, "Lihat ini, dia adalah pasukanmu sendiri. Apa kau ingin bunuh juga". Ketiga, "Kami perlakukan orangmu dengan sangat baik. Lihatlah video ini".

Gambar di akhir video, menunjukkan kematian Asiyani yang mengenaskan pascaserangan bom Israel. Akhirnya Brigade Al-Qassam mengumumkan di halaman Telegram mereka bahwa tentara Israel Faul Asiyani kehilangan nyawanya akibat serangan Israel sendiri.

Apa yang Bisa Kita Petik dari Konflik Hamas-Israel?

Bahwa merasa kuat, otak yang cerdas, didukung oleh kapasitas yang hebat, dengan basis teknologi canggih kekinian, terkadang membuat pemimpin lupa bahwa militansi dan kekompakan yang didukung oleh keinginan dan tekad yang kuat ternyata dapat mengalahkan rudal sekalipun. Pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang mampu meresap semua aspirasi, menampung, memfilter, menilai, memilih dengan cepat, memutuskan dengan cepat dengan mempertimbangkan berbagai aspek kemanusian hukum dan manfaat. Pemimpin yang hebat akan membawa kedamaian, kemajuan, kekompakan, dan kesejahteraan. Ayo kita berdoa agar Netanyahu tidak menjadi orang yang keras kepala, bebal, dan kebal akan perasaan masyarakat global.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Macron Puji Prabowo...
Macron Puji Prabowo Punya Sikap Tegas dan Berani Dukung Kemerdekaan Palestina
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Kecam Israel atas Penahanan...
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
Pulang ke Tanah Air,...
Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
Rekomendasi
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
Argentina Gusur Spanyol...
Argentina Gusur Spanyol di Puncak Ranking FIFA, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
Berita Terkini
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved