alexametrics

BMKG Sebut Potensi Gempa Bumi dan Tsunami Terus Mengintai

loading...
BMKG Sebut Potensi Gempa Bumi dan Tsunami Terus Mengintai
Petugas BMKG menunjukan sejumlah wilayah di Indonesia yang rawan potensi gempa bumi dan tsunami. Foto/SINDOnews/Komaruddin BA
A+ A-
JAKARTA - Secara geografis Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik utama dunia yang bergerak relatif saling mendesak satu dengan lainnya. Ketiga lempeng tersebut adalah Lempeng Indo-Australia di sebelah Selatan, Lempeng Pasifik di sebelah Timur, Lempeng Eurasia di sebelah Utara (di mana sebagian besar wilayah Indonesia berada), dan ditambah Lempeng Laut Philipina.

Adapun karakteristik lempeng tektonik, adalah Lempeng Indo-Australia bergerak ke arah Utara dan bertumbukan dengan Lempeng Eurasia. Sementara Lempeng Pasifik bergerak ke arah Barat sedangkan Lempeng Eurasia relatif diam. Kondisi inilah yang menyebabkan Indonesia sebagai wilayah 'supermarket bencana' yang rawan gempa bumi dan tsunami.

"Meskipun teknologi saat ini belum ada yang dapat memprediksi terjadinya gempa bumi secara tepat dan akurat. Hal ini dibuktikan dari data IRBI bahwa ancaman tsunami Indonesia adalah 46% dari panjang pantai Kepulauan Indonedia, 233 dari 515 Kabupaten, dan 23 dari 34 Provinsi," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati lewat keterangan pers, Selasa (19/12/2017).



(Baca juga: Hujan Lebat Sambut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018)

Berdasarkan sejarah gempa bumi yang tercacat oleh BMKG, telah terjadi gempa bumi rata-rata sebanyak 4.500 kali/ tahun. Di antaranya gempa bumi dengan magnitude 5 atau lebih yang sifatnya mulai merusak terjadi sebanyak rata rata 360 kali/ tahun.

Menyadari kondisi ini, Dwikorita mengatakan BMKG siap untuk memberikan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami yang terus dimonitor 24 jam/ 7 hari. "Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dalam pengurangan resiko dampak gempa bumi dan tsunami," jelasnya.

(Baca juga: Masuk Musim Hujan, BMKG Imbau Warga Adanya Potensi Banjir dan Longsor)

Untuk pengamatan gempa bumi dengan magnitude 5 atau lebih berpusat di Pusat Gempa Nasional BMKG, sementara untuk gempa bumi dengan magnitude dibawah 5 terpusat di Stasiun Geofisika yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia berjumlah 33 Stasiun geofisika dengan 165 sensor seismograf dan 285 accelerometer.

Sebagai langkah pengurangan resiko dampak gempa bumi dan tsunami, pihaknya mengharapkan masyarakat agar lebih siap sebelum terjadi gempa dan tsunami, termasuk struktur bangunan, serta langkah melkakun penyelamatan gempa bumi dan tsunami.

(Baca juga: Bencana Meningkat, Ribuan Tagana Disiagakan)

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG senantiasa membuka layanan informasi cuaca, gempabumi dan tsunami 24 jam, yaitu melaluicall center cuaca 021-6546315/18, call center gempabumi 021-6546316, atau laman resmi BMKG, http://www.bmkg.go.id, follow twitter @infobmkg, aplikasi iOS dan android "Info BMKG", atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak