Megawati Sebut Penguasa Bertindak seperti Orba, Praktisi Hukum: Warning Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Kamis, 30 November 2023 - 02:07 WIB
loading...
Megawati Sebut Penguasa...
Pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal penguasa saat ini bertindak seperti rezim Orde Baru dinilai merupakan sebuah peringatan. Foto/MPI/Dok
A A A
JAKARTA - Pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal penguasa saat ini bertindak seperti rezim Orde Baru dinilai merupakan sebuah peringatan. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Untuk diketahui, Megawati meluapkan kejengkelannya saat menghadiri Rakornas Relawan Ganjar-Mahfud se-Puau Jawa di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2023).

Presiden ke-5 RI tersebut mempertanyakan sikap pemerintah yang menekan dan memerintah rakyat dengan melanggaran perundang-undangan.

"Mestinya Ibu enggak perlu ngomong gitu, tapi sudah jengkel. Karena apa? Republik ini penuh dengan pengorbanan, tahu tidak? Mengapa sekarang kalian yang baru berkuasa itu mau bertindak seperti zaman Orde Baru?" kata Megawati.

Dosen Hukum dari Universitas Tama Jagakarsa, Edi Hardum mengatakan, tuduhan Megawati itu didasarkan oleh empat hal. Pertama, lolosnya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres padahal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah syarat capres-cawapres dinilai cacat etika dan moral.

Penilaian ini diperkuat oleh putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang memvonis Hakim Konstitusi Anwar Usman melakukan pelanggaran etika berat. Anwar yang merupakan adik ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dicopot dari jabatan Ketua MK.

"Artinya ini adalah role by law, bukan role of law. Hukum untuk kekuasaan. Ini adalah Orde Baru," kata Edi.

Baca: Jokowi Enggan Tanggapi Megawati yang Sebut Orang Berkuasa Saat Ini Layaknya Orba

Edi menuturkan, putusan MK itu sebenarnya hanya untuk menggolkan Gibran. Semua itu terjadi by design. "Ini (tanda-tanda) munculnya Orde Baru yang baru. Benar kata Ibu Mega," ujarnya.

Kedua, tindakan represif yang diduga dilakukan aparat di daerah. Edi menuturkan, beberapa contoh seperti penurunan baliho Ganjar-Mahfud di Bali dan Jawa Tengah.

Kemudian pemanggilan 70 kepala desa di Jawa Tengah untuk diperiksa oleh Kepolisian Daerah setempat. "Ini kan tindakan menakut-nakuti, ini neo-Orde Baru," tegas Edi.

Ketiga, munculnya capres tertentu yang kerap dianggap sebagai produk Orde Baru. Sangat tidak logis, kata Edi, produk Orde Baru diusung untuk menduduki jabatan tertinggi negara setelah perjuangan reformasi yang berdarah-darah.

Edi mengakui, praktik ini pernah terjadi pada Pilpres sebelumnya. "Ini [memang] sebuah kesalahan. Tapi apakah sebuah kesalahan harus dibuat lagi? Harusnya di-stop dong," katanya.

Keempat, koncoisme dalam pemerintahan Jokowi. Edi menyinggung pengangkatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri dan Jenderal Agus Subiyanto sebagai Panglima TNI. Keduanya bertugas di Surakarta semasa Jokowi menjabat Wali Kota.



“Orde baru kan dasarnya nepotisme itu. Yang antara lain tidak beda jauh dengan koncoisme ini,” ucapnya. Edi mengapresiasi keberanian Megawati yang mengingatkan publik akan adanya ancaman neo-Orde Baru ini.

“Itu sebuah warning bahwa sekarang ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” pungkas advokat di Kantor “Edi Hardum and Partners” itu.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenang Suami Pertama...
Mengenang Suami Pertama Megawati dengan Tabur Bunga dan Tahlil
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Gubernur Pramono Anung...
Gubernur Pramono Anung Bersama Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka
Rekomendasi
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Spanyol Singkirkan Portugal
Berita Terkini
DPP PPP Menangkan 5...
DPP PPP Menangkan 5 Gugatan Sengketa Internal, PN Jakpus Perkuat Legalitas Kepengurusan Partai
Kemenag Siapkan Konten...
Kemenag Siapkan Konten Edukasi untuk Cegah Penyebaran LGBTQ
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
Infografis
Sedang Menanti Jet Tempur...
Sedang Menanti Jet Tempur Rafale, Indonesia Digoda F-15EX
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved