Pemerintah Didorong Adopsi Keamanan Siber ala Rusia dan China
Selasa, 21 November 2023 - 22:48 WIB
loading...
A
A
A
Bukan hanya industri keuangan, ke depannya menurut Faizun, lembaga-lembaga militer dan pemerintah harus mampu melindungi diri dari serangan asing dan warga negaranya.
“Dari sudut pandang kami, melindungi gerbang pemerintah Indonesia akan lebih murah dibandingkan melindungi jutaan aset internet Indonesia yang memiliki akses rentan terhadap internet global. Selain itu, industri telekomunikasi kita mempunyai anggaran untuk menyediakan akses internet bagi masyarakat Indonesia di seluruh negeri, mengapa tidak menjadikannya aman dan mandiri sejak awal?,” ujar Faizun.
Sandiman Madya, Direktorat Kebijakan Tata Kelola Keamanan Siber dan Sandi, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nur Achmadi Salmawan dalam diskusi digelar secara daring pertengahan November 2023 mengungkap sebanyak 361 juta serangan siber terjadi di Indonesia sepanjang tahun ini.
Bedasarkan data National Security Operations Center atau NSOC di BSSN. tiga teratas jenis anomali traffic, masing-masing malware activity sebesar 42,79 persen, trojan activity 35,40 persen dan information leak 9,35 persen. Serangan cyber pada sektor keuangan didominasi malware dan trojan activity.
Sementara di kesempatan berbeda, Ariandi Putra, Juru Bicara BSSN menuturkan, sebanyak 207 dugaan insiden kebocoran data terdeteksi di Indonesia sepanjang tahun 2023. Dari jumlah itu, administrasi pemerintahan menjadi sasaran terbanyak dengan angka 55 persen.
Menyikapi hal tersebut, Faizun mengingatkan bahwa perlindungan internet yang kuat dapat menyelamatkan banyak bisnis dan individu di Indonesia dari serangan apa pun, terutama serangan data pribadi dan transaksi data bisnis.
"Pemerintah dapat mempelajari bagaimana negara maju, seperti China dan Rusia dalam melindungi kepentingan penduduk menyangkut data dan bisnis di negaranya," ucapnya.
Baca: Mengenal Phishing, Ancaman Nyata di Dunia Digital
China diketahui memiliki kemandirian internet yang dikenal dengan nama China Internet Great Firewall. China Internet Great Firewall yang melindungi infrastruktur internetnya dari akses asing dan menyensor seluruh lalu lintas masuk maupun keluar penggunaan internet serta membatasi lalu lintas yang tidak disetujui dari warganya.
Hingga saat ini China Internet Great Firewall telah menyensor situs web, semua media sosial, dan publikasi internet untuk memastikan semua konten tidak melanggar kebijakan pemerintah.
“Dari sudut pandang kami, melindungi gerbang pemerintah Indonesia akan lebih murah dibandingkan melindungi jutaan aset internet Indonesia yang memiliki akses rentan terhadap internet global. Selain itu, industri telekomunikasi kita mempunyai anggaran untuk menyediakan akses internet bagi masyarakat Indonesia di seluruh negeri, mengapa tidak menjadikannya aman dan mandiri sejak awal?,” ujar Faizun.
Sandiman Madya, Direktorat Kebijakan Tata Kelola Keamanan Siber dan Sandi, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nur Achmadi Salmawan dalam diskusi digelar secara daring pertengahan November 2023 mengungkap sebanyak 361 juta serangan siber terjadi di Indonesia sepanjang tahun ini.
Bedasarkan data National Security Operations Center atau NSOC di BSSN. tiga teratas jenis anomali traffic, masing-masing malware activity sebesar 42,79 persen, trojan activity 35,40 persen dan information leak 9,35 persen. Serangan cyber pada sektor keuangan didominasi malware dan trojan activity.
Sementara di kesempatan berbeda, Ariandi Putra, Juru Bicara BSSN menuturkan, sebanyak 207 dugaan insiden kebocoran data terdeteksi di Indonesia sepanjang tahun 2023. Dari jumlah itu, administrasi pemerintahan menjadi sasaran terbanyak dengan angka 55 persen.
Menyikapi hal tersebut, Faizun mengingatkan bahwa perlindungan internet yang kuat dapat menyelamatkan banyak bisnis dan individu di Indonesia dari serangan apa pun, terutama serangan data pribadi dan transaksi data bisnis.
"Pemerintah dapat mempelajari bagaimana negara maju, seperti China dan Rusia dalam melindungi kepentingan penduduk menyangkut data dan bisnis di negaranya," ucapnya.
Baca: Mengenal Phishing, Ancaman Nyata di Dunia Digital
China diketahui memiliki kemandirian internet yang dikenal dengan nama China Internet Great Firewall. China Internet Great Firewall yang melindungi infrastruktur internetnya dari akses asing dan menyensor seluruh lalu lintas masuk maupun keluar penggunaan internet serta membatasi lalu lintas yang tidak disetujui dari warganya.
Hingga saat ini China Internet Great Firewall telah menyensor situs web, semua media sosial, dan publikasi internet untuk memastikan semua konten tidak melanggar kebijakan pemerintah.
Lihat Juga :