Berlangsung Meriah, Kecamatan Gunungpati Raih Juara Bola Voli Kader PKK se-Kota Semarang
Minggu, 19 November 2023 - 19:59 WIB
loading...
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat membuka kejuaraan bola voli perempuan Kader PKK antarkecamatan se-Kota Semarang berlangsung meriah, Sabtu (18/11/2023). (Foto: dok Pemkot Semarang)
A
A
A
SEMARANG - Pertandingan bola voli perempuan Kader PKK antar kecamatan se-Kota Semarang berlangsung meriah, Sabtu (18/11/2023). Kejuaraan dalam rangka menyambut Hari Ibu yang puncaknya akan diperingati 22 Desember mendatang ini dimenangkan oleh Kecamatan Gunungpati.
Kejuaraan yang diikuti oleh ibu-ibu dari 16 kecamatan tersebut digelar di Sportorium Universitas IKIP Veteran (Univet) Semarang. Sorak sorai para suporter mewarnai jalannya pertandingan yang dimulai sejak pagi hingga petang hari.
Dari penyisihan, semi final hingga final, ratusan suporter dari masing-masing kecamatan meluapkan dukungannya terhadap tim kesayangannya. Perang yel-yel pun tak terhindarkan memasuki semi final. Bahkan para pendukung seperti dibuat tegang ketika berlangsungnya partai final.
"Saya datang sejak pagi, mensupport tim kami dari Kecamatan Banyumanik supaya menang. Kami siapkan yel-yel supaya acara ini berlangsung meriah. Tetapi yang biasanya juara bertahan harus kalah dengan Kecamatan Gunungpati," kata salah satu pendukung, Riski Clasico.
Prestasi Kecamatan Gunungpati memenangkan kejuaraan tergolong mengejutkan, karena sebelumnya gelar juara berturut-turut selalu dipegang Kecamatan Banyumanik. Wulan Anistya Riri (32), salah seorang pemain Kecamatan Gunungpati pun tak menyangka bakal menyabet gelar juara karena dalam latihan jarang sekali komplet.
Kejuaraan yang diikuti oleh ibu-ibu dari 16 kecamatan tersebut digelar di Sportorium Universitas IKIP Veteran (Univet) Semarang. Sorak sorai para suporter mewarnai jalannya pertandingan yang dimulai sejak pagi hingga petang hari.
Dari penyisihan, semi final hingga final, ratusan suporter dari masing-masing kecamatan meluapkan dukungannya terhadap tim kesayangannya. Perang yel-yel pun tak terhindarkan memasuki semi final. Bahkan para pendukung seperti dibuat tegang ketika berlangsungnya partai final.
"Saya datang sejak pagi, mensupport tim kami dari Kecamatan Banyumanik supaya menang. Kami siapkan yel-yel supaya acara ini berlangsung meriah. Tetapi yang biasanya juara bertahan harus kalah dengan Kecamatan Gunungpati," kata salah satu pendukung, Riski Clasico.
Prestasi Kecamatan Gunungpati memenangkan kejuaraan tergolong mengejutkan, karena sebelumnya gelar juara berturut-turut selalu dipegang Kecamatan Banyumanik. Wulan Anistya Riri (32), salah seorang pemain Kecamatan Gunungpati pun tak menyangka bakal menyabet gelar juara karena dalam latihan jarang sekali komplet.
Lihat Juga :