Meningkatkan Kualitas Pendidikan melalui Partisipasi Masyarakat

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 06:36 WIB
loading...
A A A
Sebagai contoh kemitraan antara sekolah dengan masyarakat dan orang tua siswa, gambaran persatuan orang tua siswa di negara Jepang, mengingat keseragaman standar yang berlaku di semua sekolah, peran orang tua siswa sebagai kapital sosial dalam konteks pendidikan putra-putrinya juga merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan di negara Jepang. Dibuktikan dengan terlihat dengan nyata partisipasi dan kontribusi mereka dalam berbagai kegiatan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sehingga mampu mendongkrak kualitas pendidikan.

Di Jepang keterlibatan orang tua siswa dapat dibedakan ke dalam empat kelompok, yaitu berbagi norma dan harapan, memperkuat keterlibatan melalui komunikasi, memenuhi kebutuhan siswa, dan menjadi mediator dalam hubungan sekolah dengan orang tua, dan orang tua dengan orang tua. Orang tua siswa menjadi sosial kapital karena mampu memberikan sumbangan yang signifikan terhadap penyelenggaraan program pendidikan di sekolah sehingga mampu membawa sekolah lebih berkualitas.

Sejatinya pendidikan dapat dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari masukan, proses, luaran, manfaat, dan dampak. Masukan sistem pendidikan adalah anggota masyarakat yang disebut peserta didik atau siswa atau murid. Siswa merupakan masukan mentah atau raw input yang akan diproses menjadi luaran atau output. Output sistem pendidikan adalah tamatan. Tamatan adalah siswa yang dinyatakan lulus dalam evaluasi pendidikan. Tamatan ini kemudian di antaranya memasuki dunia kerja atau melanjut dan menikmati kehidupan. Sesuai dengan esensi kebijakan yang ditetapkan pemerintah adalah meningkatkan kebekerjaan lulusan pendidikan melalui penyiapan lulusan siap bekerja

Oleh sebab itu, peran Komite Sekolah memiliki kedudukan yang strategis dalam pengembangan sekolah dengan mengakomodasikan peran serta masyarakat dalam dunia pendidikan sebagai salah satu implikasi dari otonomi daerah pada umumnya dan otonomi pendidikan pada khususnya. Hal ini tertuang dalam Pasal 54 UU Nomor 20/2003 tentang peran serta masyarakat dalam pendidikan. Namun, pada kenyataannya, kedudukan yang strategis ini tidak diikuti oleh pemahaman tentang peran dan fungsi Komite Sekolah oleh Komite Sekolah itu sendiri sehingga terkesan terdapat pemisah antara Komite Sekolah dan pengelola sekolah. Sosialisasi mengenai regulasi yang mengatur tentang peran dan fungsi komite dari pemerintah pusat dan pemerintah kota sangat jarang, bahkan cenderung tidak pernah.

Salah satu aspek yang paling dirasakan mendesak saat ini adalah mengefektifkan komunikasi organisasi di sekolah dengan seluruh pemangku kepentingan. Seberapa intensif komunikasi yang dilakukan Komite Sekolah dalam mendukung pengelolaan pembangunan pendidikan. Oleh karena itu, Komite Sekolah memiliki kedudukan yang strategis dalam pengembangan sekolah dengan mengakomodasikan peran serta masyarakat dalam dunia pendidikan. Dengan demikian, jika Komite Sekolah berdaya dan menjalankan tugas dan perannya dengan semestinya, maka akan tercipta sistem pendidikan ke arah masyarakat yang madani, yakni masyarakat modern, berdaulat menerima berbagai perbedaan pandangan berdasarkan suku, ras, agama dan gender dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Berita Terkini
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Infografis
Pendidikan Dirgayuza...
Pendidikan Dirgayuza Setiawan, Lulusan Oxford yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved