Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Inggris, Diam-diam Mesra?

Selasa, 14 November 2023 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Kedua negara pun membangun memiliki beberapa mekanisme kerja sama bilateral. Mekanisme dimaksud antara lain Partnership Forum ditingkat Menlu, Joint Economic and Trade Committee (JETCO) di tingkat Mendag, serta mekanisme dialog dan working group di bidang pertahanan, siber, penanggulangan terorisme, pendidikan, dan kesehatan.

baca juga: Owa Siamang Perak Asal Indonesia Baru Melahirkan di Inggris

Inggris juga meluncurkan kebijakan Indo-Pacific Tilt pada tahun 2021 yang membuka peluang penguatan intensitas kemitraan bilateral dan di kawasan. ‘’Kemitraan yang bervisi ke depan, berlandaskan prinsip-prinsip saling menghargai, saling menguntungkan, dan sejalan dengan norma dan hukum internasional serta shared value Indonesia-Inggris," ujar Menlu Retno Marsudi.

Dalam Roadmap 2022-2024 bidang pertahanan dan keamanan, kedua negara bersepakat menghadapi tantangan bersama seperti pada masalah kontra-terorisme, keamanan maritim, keamanan siber, dan kejahatan transnasional. Kerja sama dimaksud demi menjaga stabilitas keamananan kawasan, melaui dialog strategis, latirhan bersama, kerja sama teknis dan SDM, dan kolaborasi lain.

Roadmap juga menjajaki beberapa rencana kongkret seperti pertukaran pelajar akademi militer dan latihan gabungan bersama yang terorganisir dengan tujuan keamanan maritim seperti latihan HA/DR di antara TNI-AL dengan Royal Navy dan latihan jungle warfare antara TNI-AD dengan tentara Inggris.

Kedua negara juga memacu peluang kerja sama di antara industri pertahanan di antara kedua negara, termasuk ToT untuk mendukung terciptanya keamanan, pembukaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi di antara kedua negara. Dalam konteks inilah disepakati pembangunan Frigate Arrowhead 140 di Indonesia, dengan desain yang sudah disetujui oleh TNI-AL.

Selanjutnya Indonesia-Inggris sepakat mengintensifkan implementasi nyata dari Nota Kesepahaman Kerja Sama Pertahanan, termasuk melalui melalui kerangka JDCD yang diadakan secara rutin setiap tahun serta pembicaraan military to military yang diatur di bawah mekanisme JDCD. Mereka juga memperbaharui Nota Kesepahaman di antara Kemhan Indonesia dan Inggris yang berakhir Oktober 2022.

Kesepakatan tak kalah penting adalah komitmen Inggris menghormati kedaulatan dan integritas NKRI, termasuk di Papua dan Papua Barat. Inggris menegaskan tidak mendukung kegiatan ataupun pandangan individu dan entitas mana pun yang menentang hal tersebut, termasuk yang meliputi tindak kriminal lintas batas, tindakan terorisme, tanpa merugikan kerangka hukum masing-masing.

Melihat realitas perkembangan hubungan bilateral sejauh ini antara Indonesia-Inggris, maka kerja sama pertahahanan, kerjasama alutsista dan ToT, serta intensitas latihan militer bersama merupakan wujud kesadaran kedua negara mempertemukan kepentingan nasional demi mendapatkan manfaat positif secara luas.

Bila mengacu definisi kepentingan nasional ala Donald E Nuechterlain, hubungan bilateral bidang pertahanan antara Indonesia-Inggris paling tidak memenuhi tiga dari empat elemen, yakni kepentingan pertahanan dan keamanan, kepentingan ekonomi, kepentingan tata regional.

Misalnya untuk akuisisi alutsista, pemberian ToT, latihan bersama dan berbagai varian kerja sama yang telah dilakukan Indonesia-Inggris merupakan pengejawantahan kepentingan pertahanan dan keamanan. Dalam kerja sama tersebut, masing-masing pihak tentu tidak terlepas dari kepentingan perekonomian karena mampu mendorong dan mengembangkan industri pertahanan kedua negara.

Tak kalah pentingnya adalah eratnya kerja sama pertahanan kedua negara akan meningkatkan rasa saling percaya Indonesia-Inggris untuk menghormati kedaulatan -khususnya terkait Papua, dan berdampak pada terciptanya stabilitas di kawasan -termasuk dalam konteks hubungan dengan negara-negara anggota FPDA.

Apalagi, di tengah dinamika konflik Laut China Selatan (LCS), Inggris dan sekutunya sangat berkepentingan mengamankan ‘posisi’ Indonesia. Sebaliknya bagi Indonesia, kedekatan dengan Inggris dan gang Barat-nya memperkuat bargaining position Indonesia vis a vis China agar tidak terlalu jauh mengusik kedaulatan Indonesia di LCS.

Dalam konteks kerja sama pertahanan dengan Inggris, target yang perlu ditekankan adalah bagaimana pemerintah bisa memanfaatkannya untuk mendukung berkembangnya industri pertahanan demi mewujudkan kemandirian alutsista. Pembangunan fregat Merah Putih merupakan langkah brilian itu. Hanya saja, untuk penawaran teranyar yang disampaikan Inggris, banyak yang kurang signifikan mendukung tujuan tersebut.

Namun, tawaran Terrahawk Paladin bisa dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan artileri pertahanan udara taktis di kesatuan TNI, tetapi tetap dengan catatan menyertakan skema ToT. Apabila melihat dinamika perang modern yang banyak mengedepankan serangan udara, termasuk drone, program akuisisi rudal arhanud Starstreak juga perlu dilanjutkan dengan skema ToT, termasuk sistem radar penjejak target CONTROLMaster200 yang menyertainya. (*)
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Republikorp-Barzan Holdings...
Republikorp-Barzan Holdings Kerja Sama Pertahanan mulai Senjata hingga Kapal Selam Mini
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Indonesia-Prancis Bakal...
Indonesia-Prancis Bakal Latihan Militer Gabungan Misi Pegasus pada September 2026
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
Telkomsel-Republikorp...
Telkomsel-Republikorp Perkuat Teknologi Komunikasi Pertahanan Nasional
Pengadaan Alutsista...
Pengadaan Alutsista TNI Harus Didukung Anggaran Perawatan dan Inhan Dalam Negeri
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rekomendasi
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Sejarah Baru Gokart...
Sejarah Baru Gokart Listrik: 4 Pembalap Barcode Gokart Serbu Kejuaraan Dunia di Italia!
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved