Muhammadiyah: Rencana Pemulihan Ekonomi Rakyat Wajib Dikritisi
Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
Pada masa pandemi Covid-19, masalah mendasar yang dihadapi UMKM bukanlah bunga atau margin tetapi ketidaktersediaan modal yang bisa mereka pergunakan untuk kembali memulai usaha. Terutama usaha mikro, kata Anwar, saat ini sudah tidak memiliki modal. Usaha mikro selama ini boleh dikatakan tidak punya sangkut paut dengan dunia perbankan karena umumnya mereka bukan nasabah bank.
Oleh karena itu, terang dia, pemberian subsidi bunga oleh pemerintah kepada UMKM melalui dunia perbankan jelas tidak akan menyentuh persoalan mereka. Padahal jumlah usaha mikro tersebut sangat besar yaitu sekitar 63,3juta (98,68%). Yang akan bisa tersentuh lewat bantuan bunga ini adalah hanya usaha kecil dan menengah saja yang jumlahnya yaitu usaha kecil sekitar 783,1 ribu (1,22%) dan usaha menengah 60,7 ribu (0,09%).
Untuk itu, lanjut dia, pemerintah sangat perlu memikirkan cara menyalurkan modal kepada usaha mikro agar bisa kembali membuka usaha. Suhaji, lanjut Anwar, berpandangan bahwa penyaluran kredit dan pembiayaan yang bagus dan tepat melalui koperasi, baik umum maupun yang berbasis syariah seperti BMT dan BTM.
"Jadi pemerintah diminta untuk menyempurnakan kebijakan tersebut agar dana yang sudah disediakan pemerintah sampai kepada usaha mikro yang jumlahnya memang sangat besar, tidak hanya dunia perbankan," papar dia.
(Baca: Gandeng USAID, 30 RS Muhammadiyah Terlibat Tangani Covid-19)
Oleh karena itu, terang dia, pemberian subsidi bunga oleh pemerintah kepada UMKM melalui dunia perbankan jelas tidak akan menyentuh persoalan mereka. Padahal jumlah usaha mikro tersebut sangat besar yaitu sekitar 63,3juta (98,68%). Yang akan bisa tersentuh lewat bantuan bunga ini adalah hanya usaha kecil dan menengah saja yang jumlahnya yaitu usaha kecil sekitar 783,1 ribu (1,22%) dan usaha menengah 60,7 ribu (0,09%).
Untuk itu, lanjut dia, pemerintah sangat perlu memikirkan cara menyalurkan modal kepada usaha mikro agar bisa kembali membuka usaha. Suhaji, lanjut Anwar, berpandangan bahwa penyaluran kredit dan pembiayaan yang bagus dan tepat melalui koperasi, baik umum maupun yang berbasis syariah seperti BMT dan BTM.
"Jadi pemerintah diminta untuk menyempurnakan kebijakan tersebut agar dana yang sudah disediakan pemerintah sampai kepada usaha mikro yang jumlahnya memang sangat besar, tidak hanya dunia perbankan," papar dia.
(Baca: Gandeng USAID, 30 RS Muhammadiyah Terlibat Tangani Covid-19)
Lihat Juga :