Bincang Mangrove Gema Persada LH, Walhi Sebut Dua Pulau di Sumsel Hilang

Minggu, 05 November 2023 - 11:06 WIB
loading...
Bincang Mangrove Gema...
Seminar ‘Mereka Yang Membicarakan Tentang Mangrove’ yang digagas Gema Persada LH Fakultas Pertanian Univ Muhammadiyah Palembang (FP-UMP), pada Sabtu (4/11/2023). Foto: Istimewa
A A A
PALEMBANG - Wahana Lingkungan Hidup ( Walhi )Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkapkan, ada dua pulau di perairan Sumsel persisnya di Kabupaten Banyuasin hilang akibat perubahan iklimyang dipicu oleh kerusakan lingkungan.

baca juga: Wujudkan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Gubernur Sumsel dan Mahasiswa Pencinta Alam Tanam 1.000 Mangrove

Dua pulau yang hilang itu adalah Pulau Betet yang mana ketinggian tanah (elevasi) berada di angka -1 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL) dan pulau Gundul dengan kondisi permukaan -3 MDPL. Keduanya tenggelam akibat kerusakan lingkungan.

“Hilangnya Pulau Gundul dan Pulau Betet karena naiknya permukaan air laut akibat krisis iklim yang dipicu oleh masifnya kerusakan lingkungan, sedangkan Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya menyuarakan FOLU Net Sink2030,”kata Kepala Divisi Kampanye WalhiSumselFebrian Putra Sopahdalam Seminar ‘Mereka Yang Membicarakan Tentang Mangrove’, di Aula Gedung KH Faqih Usman Universitas Muhammadiyah Palembang(UMP), pada Sabtu (4/11/2023).

Seminar ‘Mereka Yang Membicarakan Tentang Mangrove’ digagas Generasi Mahasiswa Persaudaraan Alam dan Lingkungan Hidup (Gema Persada LH) Fakultas Pertanian UMP. Seminar ini mengusung tema “Rawat Mangrove Sebagai Pahlawan Mitigasi Iklim Guna Mencapai FOLU Net Sink 2030”.

baca juga: Menteri LHK Siti Nurbaya Minta Target FOLU Net Sink 2030 Terealisasi

Seminar yang diikuti ratusan mahasiswa ini dibuka Wakil Rektor I UMP Prof Indawan Syahri. Acara juga dihadiri Rektor UMP Abid Djazuli, Wakil Dekan Fakultas Pertanian UMP, Ketua Umum Gema Persada LH FP UMP dan jajarannya, serta para civitas akademika UMP.

Menurut Febrian, hilangnya dua pulau akibat kerusakan alam, ini juga disebabkan lemahnya penegakan hukumsehingga semakin memicu alih fungsi hutan mangrovedi kawasan Sumsel. Agar pulau-pulau kecil di perairan Sumseltidak semakin hilang perlu adanya tindakan konkret upaya penyelamatan lingkungan secara terpadu dan konsisten.

“Bumi kita ini sudah mendidih, yang artinya saat ini kita sudah mengalami yang namanya krisis iklim dan faktor penyebabnya ialah penegakan hukum yang lemah, ketimpangan penguasaan lahan, dan kebijakan yang tidak pro dengan kelestarian lingkungan dan masyarakat,” kata Febrian.

Selain Febrian, seminar juga menghadirkan nara sumber Heri Amalindo(tokoh masyarakat Sumsel/penggiat lingkungan), Lulu Yuningsih(Akademisi/Ketua Program Pendidikan Kehutanan Fakultas Pertanian UMP), dan Ahmad Zamhari(Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel).

baca juga: Uni Eropa Dukung Agenda Indonesia FOLU Net Sink 2030

“Mahasiswa-mahasiswa seperti inilah yang kita butuhkan, yang cinta dengan alam. Karena jika kita menjaga alam, alam akan melindungi kita. Sekarang lingkungan alam kita sudah tergerus, termasuk mangrove ini. Di sekitar sini dibuat pertambangan, dibuat perikanan. Tidak diharamkan, tapi regulasi atau peraturannya itu yang harus kita tegaskan,”tegas tokoh masyarakat/pegiat lingkungandi Sumsel, Heri Amalindo.

Sementara itu, Ketua Prodi Kehutanan FP-UMPLulu Yuningsihmenyebut hutan Mangrove di Sumsel sangat spesial, mampu menyimpan dan menyerap karbon limakali lebih banyak dari hutan tropis daratan.

“Karbon biru adalah istilah yang digunakan untuk cadangan emisi karbon yang diserap, disimpan dan dilepaskan oleh ekosistem pesisir dan laut. Salah satu ekosistem yang termasuk dari ekosistem karbon biru ialah Mangrove, yang mampu menyimpan dan menyerap karbon limakali lebih banyak dari hutan tropis daratan,”tandasnya.

Perencana Ahli Muda Dinas Kehutanan Provinsi SumselAhmad Zamharimengatakan, FOLU Net Sink 2030 merupakan skema aksi mitigasi mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan tipe lahan lainnya untuk mencapai tingkat serapan karbon yang lebih tinggi dibandingkan tingkat emisi karbon dari hutan dan tipe lahan lainnya pada tahun 2030.

“Proyeksi target FOLU Net Sink 2030 adalah angka Net Sink 140 juta ton CO2e atau emisi negatif sebesar 140 juta ton CO2e.Target Aksi Mitigasi FOLU Net SinkSumsel dalam Pengelolaan Mangrove seluas 123.091,07 Ha,”pungkasnya.
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Miliki 23% Mangrove...
Miliki 23% Mangrove Dunia, Menhut Dorong Penguatan Kolaborasi Riset dan Inovasi
Restorasi Bakau Penting...
Restorasi Bakau Penting untuk Pemulihan Lingkungan Pesisir
Ketahanan Wilayah Pantai,...
Ketahanan Wilayah Pantai, PDASRH Perkuat Rehabilitasi Mangrove di Sumatera
Rakornas KKMD, Kemenhut...
Rakornas KKMD, Kemenhut Perkuat Kelembagaan Daerah untuk Rehabilitasi Mangrove
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Menuju Industri Hijau:...
Menuju Industri Hijau: PGN Rintis Ekosistem CCS demi Amonia Rendah Karbon
Polda Riau Tetapkan...
Polda Riau Tetapkan Korporasi Raksasa Sawit Jadi Tersangka Kasus Perusakan Lingkungan
Rekomendasi
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Berita Terkini
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved