Stafsus Presiden Ungkap 2 Faktor Utama Masalah Lingkungan
Kamis, 02 November 2023 - 10:06 WIB
loading...
Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI Diaz Hendropriyono saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 11 November 2023. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI Diaz Hendropriyono mengungkapkan dua permasalahan utama lingkungan di Indonesia adalah emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah. Hal itu disampaikan Diaz saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 11 November 2023.
Dia lalu menyebutkan bahwa TPA Benowo ini mampu mengatasi kedua masalah tersebut dengan mengelola sampah menjadi energi listrik melalui metode gasifikasi.
"TPA Benowo perlu menjadi role model pengelolaan sampah di perkotaan di Indonesia. Selain mengurangi timbulan sampah dalam jumlah besar, TPA Benowo juga mampu mengurangi emisi dan bau tidak sedap. Bahkan bisa menghasilkan listrik," ujarnya.
Baca juga: Stafsus Presiden Dorong Pengusaha Muda Ikut Benahi Kerusakan Lingkungan
Dengan metode ini, kata Diaz, sampah rumah tangga yang sudah dikeringkan kemudian dipanaskan hingga menghasilkan 'synthetic gas'. "Synthetic gas ini kemudian digunakan untuk memanaskan boiler yang memutar turbin untuk menghasilkan listrik," jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya Agus Hebi Djuniarto menyebut TPA Benowo mampu mengolah 1.000 ton sampah rumah tangga menjadi listrik sebesar 12 MW. Ia berharap teknologi pengelolaan sampah seperti ini dapat diduplikasi di kota lain.
"Sayangnya hingga saat ini, kami masih satu satunya TPA yang menggunakan teknologi gasifikasi di Indonesia. Komitmen dan pemahaman yang kuat dari para pemimpin daerah sangat dibutuhkan untuk menangani masalah sampah." ujar Hebi.
Dia lalu menyebutkan bahwa TPA Benowo ini mampu mengatasi kedua masalah tersebut dengan mengelola sampah menjadi energi listrik melalui metode gasifikasi.
"TPA Benowo perlu menjadi role model pengelolaan sampah di perkotaan di Indonesia. Selain mengurangi timbulan sampah dalam jumlah besar, TPA Benowo juga mampu mengurangi emisi dan bau tidak sedap. Bahkan bisa menghasilkan listrik," ujarnya.
Baca juga: Stafsus Presiden Dorong Pengusaha Muda Ikut Benahi Kerusakan Lingkungan
Dengan metode ini, kata Diaz, sampah rumah tangga yang sudah dikeringkan kemudian dipanaskan hingga menghasilkan 'synthetic gas'. "Synthetic gas ini kemudian digunakan untuk memanaskan boiler yang memutar turbin untuk menghasilkan listrik," jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya Agus Hebi Djuniarto menyebut TPA Benowo mampu mengolah 1.000 ton sampah rumah tangga menjadi listrik sebesar 12 MW. Ia berharap teknologi pengelolaan sampah seperti ini dapat diduplikasi di kota lain.
"Sayangnya hingga saat ini, kami masih satu satunya TPA yang menggunakan teknologi gasifikasi di Indonesia. Komitmen dan pemahaman yang kuat dari para pemimpin daerah sangat dibutuhkan untuk menangani masalah sampah." ujar Hebi.
Lihat Juga :