Dirjen KKP Jajal dan Tinjau Pengerjaan Senapan Mesin Pesanan dari Pindad

Selasa, 31 Oktober 2023 - 22:00 WIB
loading...
Dirjen KKP Jajal dan...
Dirjen PSDKP KKP Laksda TNI Adin Nurawaluddin mencoba senapan mesin pesanan KKP saat meninjau langsung di PT Pindad, Bandung. (Foto: dok KKP)
A A A
BANDUNG - Direktur Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Laksda TNI Adin Nurawaluddin meninjau perkembangan pengerjaan pesanan senapan mesin mereka dari PT Pindad Bandung pada Selasa (31/10/2023).

Setelah datang di lokasi, Adin langsung meninjau fasilitas produksi PT Pindad setelah sebelumnya menerima pemaparan terkait proses pengerjaan senapan mesin berjenis SM5 berkaliber 12,7 milimeter pesanan KKP dan produk Pindad lainnya.

Setelah itu, ia juga diajak untuk mencoba senapan mesin pesanan KKP tersebut dan juga mencoba senapan jenis serbu yang dimiliki oleh PT Pindad.

"Hari ini, Ditjen PSDKP KKP melaksanakan kunjungan ke PT Pindad yang didasari adanya kontrak kerja sama pengadaan 10 pucuk senapan mesin kaliber 12,7 yang nantinya akan dipasang di atas kapal pengawas Kelautan dan Perikanan," ucapAdin di kawasan PT Pindad, Bandung.

Adin juga menyebutkan bahwa senapan mesin tersebut akan ditempatkan di seluruh kapal-kapal pengawas kelautan dan perikanan KKP yang terdiri atas empat kelas yakni kelas 1 (di atas 50 meter), kelas 2 (di atas 40 meter), kelas 3 (di antara 30 sampai 40 meter) dan kelas 4 (di bawah 30 meter).

"Untuk sementara, tahap pertama yang 10 pucuk ini, kita akan pasangkan di kapal-kapal kelas 1, yang namanya orca 1, orca 2, orca 3, orca 4, yang ukurannya 60 meter, jadi ini tahap pertama dari 10 yang kita taruh empat di situ. Kemudian kapal lainnya akan kita urut di mana dalam waktu dekat akan ada dua atau empat pucuk senapan 12,7 mm lagi yang bisa langsung dipasang," ucapnya.

Ia juga menjelaskan latar belakang pemasangan senjata tersebut karena selama ini atau semenjak tahun 2023, keberadaan kapal pengawas kelautan perikanan tidak dipersenjatai, walau termasuk kapal negara yang melaksanakan patroli.

Adin menyebutkan bahwa meskipunbukan kapal militer, kapal pengawas kelautan dan perikanan membutuhkan persenjataan untuk mendukung kinerja dalam pelaksanaan kegiatan patroli. Khususnya dalam memberantas penangkapan ikan secara ilegal. Pasalnya, posisi laut Indonesia berbatasan dengan negara-negara tetangga yakni Malaysia, Vietnam, dan Filipina yang kerap kali bersinggungan langsung di perbatasan.

Sejak tahun 2020, kapal pengawas kelautan dan perikanan memang dipersenjatai dengan senapan berjenis SS2, ia mengakui dengan persenjataan tersebut cukup terbantu dalam melaksanakan penegakan hukum di laut, khususnya dalam kasus penangkapan ikan ilegal.

Namun seiring berjalannya waktu KKP membutuhkan peningkatan, terlebih di perbatasan perairan Indonesia masih banyak kapal asing masuk wilayah Indonesia untuk menangkap ikan tanpa izin dan juga dengan jaring pukat harimau (trawl) yang dilarang.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KKP Amankan Dua Kapal...
KKP Amankan Dua Kapal Ikan yang Langgar Ketentuan Alat Penangkap Ikan
Menteri KKP Investigasi...
Menteri KKP Investigasi Pembangunan Pagar Laut di Tangerang dan Bekasi, Apa Hasilnya?
Penguatan Organisasi...
Penguatan Organisasi KKP Solusi Persoalan Urbanisasi Laut
Naik Mobil Maung Buatan...
Naik Mobil Maung Buatan Pindad, Prabowo Tinggalkan Gedung MPR Menuju Istana Merdeka
Ini Senjata Antidrone...
Ini Senjata Antidrone dan Mobil Jammer Canggih yang Jaga Keamanan HUT ke-79 RI di IKN
Soal Penyelundupan Lobster,...
Soal Penyelundupan Lobster, KKP Didorong Tingkatkan Pengawasan dan Transparan
Profil Letjen (Purn)...
Profil Letjen (Purn) Anto Mukti Putranto, Asisten Khusus Prabowo yang Jabat Komisaris Pindad
Usai Penuhi Panggilan...
Usai Penuhi Panggilan KPK, Menteri KKP Beberkan soal Kasus 2017-2018
Dibuka Ketua Dekranasda...
Dibuka Ketua Dekranasda Jateng, Kontak Bisnis dan Pameran Catatkan Kerja Sama Rp23,21 Miliar
Rekomendasi
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
Dukung Revisi UU Hak...
Dukung Revisi UU Hak Cipta, Ariel NOAH Masih Pertanyakan Efisiensi Direct License
Peran Istri dan Pekerjaan...
Peran Istri dan Pekerjaan Domestik Rumah Tangga dalam Pandangan Islam
Berita Terkini
Retreat Kepala Daerah...
Retreat Kepala Daerah Gelombang Kedua Segera Digelar, Lokasinya Belum Bisa Dipastikan
1 jam yang lalu
Mega Perintahkan Kepala...
Mega Perintahkan Kepala Daerah PDIP Ikut Retreat Gelombang Kedua jika Absen pada Gelombang Pertama
3 jam yang lalu
ART Lagi Mudik, Menteri...
ART Lagi Mudik, Menteri Raja Juli Antoni Bantu Istri Beres-Beres Rumah
3 jam yang lalu
Saksikan Malam Ini di...
Saksikan Malam Ini di INTERUPSI Siapa Suruh Datang Jakarta? Bersama Ariyo Ardi, Anisha Dasuki, Chico Hakim, dan Narasumber Lainnya, Live di iNews
3 jam yang lalu
Indonesia Kirim Bantuan...
Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar Senilai 1,2 Juta Dolar AS
6 jam yang lalu
26 Jenderal Baru Polri...
26 Jenderal Baru Polri Dilantik Sehari sebelum Lebaran, Lengkap dengan Jabatannya
6 jam yang lalu
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved