Kapolda Jabar Kariernya Melejit hingga Jadi Kapolri, Nomor 2 Raih Dua Bintang dalam 18 Hari
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Terakhir ada nama Jenderal Polisi (Purn) Sutarman dalam daftar Kapolda Jawa Barat yang memiliki karier melejit hingga menjadi Kapolri. Ia memimpin Korps Bhayangkara pada 25 Oktober 2013–16 Januari 2015.
Sutarman lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, 5 Oktober 1957. Setelah lulus dari Akabri tahun 1981, ia mengawali karier di Polri sebagai Pa Staf Lantas Polres Bandung. Selanjutnya ia dipercaya menjadi Kapolsek Dayeuhkolot, Kasat Lantas Polres Sumedang, Kapolsek Metro Kebon Jeruk Restro Jakarta Barat, dan Kapolsek Metro Penjaringan Restro Jakarta Utara.
Pada 1996, Sutarman mendapat promosi menjadi Kapolres Lombok. Selanjutnya menjadi Kapolres Metro Bekasi, Ajudan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Kapolrestabes Palembang, Dirreskrim Polda Jatim, dan Kapolwiltabes Surabaya.
Sutarman diserahi tugas dengan teritori lebih luas sebagai Kapolda Kepulauan Riau pada 2005. Tiga tahun kemudian ia dimutasi menjadi Kaselapa Lemdiklat Polri sebelum akhirnya diangkat menjadi Kapolda Jawa Barat pada 2010. Namun tak lama kemudian, ia dipindah menjadi Kapolda Metro Jaya. Setahun kemudian dimutasi menjadi Kabareskrim Polri. Pada 2013, Sutarman dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden SBY.
Namun di awal Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkuasa, Sutarman diberhentikan dari jabatan Kapolri 9 bulan lebih awal dari jadwal usia pensiuannya. Ia digantikan oleh Badrodin Haiti yang saat itu menjabat sebagai Wakapolri.
Sutarman menerima pemberhentian dirinya sebagai Kapolri. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukungnya selama bertugas.
"Saya berterima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas dukungannya selama saya menjabat sebagai Kapolri," kata Sutarman di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat, 16 Januari 2015.
Sutarman lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, 5 Oktober 1957. Setelah lulus dari Akabri tahun 1981, ia mengawali karier di Polri sebagai Pa Staf Lantas Polres Bandung. Selanjutnya ia dipercaya menjadi Kapolsek Dayeuhkolot, Kasat Lantas Polres Sumedang, Kapolsek Metro Kebon Jeruk Restro Jakarta Barat, dan Kapolsek Metro Penjaringan Restro Jakarta Utara.
Pada 1996, Sutarman mendapat promosi menjadi Kapolres Lombok. Selanjutnya menjadi Kapolres Metro Bekasi, Ajudan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Kapolrestabes Palembang, Dirreskrim Polda Jatim, dan Kapolwiltabes Surabaya.
Sutarman diserahi tugas dengan teritori lebih luas sebagai Kapolda Kepulauan Riau pada 2005. Tiga tahun kemudian ia dimutasi menjadi Kaselapa Lemdiklat Polri sebelum akhirnya diangkat menjadi Kapolda Jawa Barat pada 2010. Namun tak lama kemudian, ia dipindah menjadi Kapolda Metro Jaya. Setahun kemudian dimutasi menjadi Kabareskrim Polri. Pada 2013, Sutarman dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden SBY.
Namun di awal Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkuasa, Sutarman diberhentikan dari jabatan Kapolri 9 bulan lebih awal dari jadwal usia pensiuannya. Ia digantikan oleh Badrodin Haiti yang saat itu menjabat sebagai Wakapolri.
Sutarman menerima pemberhentian dirinya sebagai Kapolri. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukungnya selama bertugas.
"Saya berterima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas dukungannya selama saya menjabat sebagai Kapolri," kata Sutarman di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat, 16 Januari 2015.
(abd)
Lihat Juga :