Ini Pandangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD tentang Demokrasi

Rabu, 25 Oktober 2023 - 16:29 WIB
loading...
Ini Pandangan Ganjar...
Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Foto/Aldhi Chandra Setiawan
A A A
JAKARTA - Jelang Pilpres 2024, Calon Presiden Ganjar Pranowo menekankan perlunya mewujudkan cita-cita demokrasi sejalan dengan cita-cita para pendiri negara. Menurut Ganjar, demi mencapai kesejahteraan, perdamaian, keadilan, kedaulatan, dan rasa hormat dunia internasional terhadap negara ini, nenek moyang kita berjuang dengan penuh tekad.

"Demokrasi adalah salah satu alat untuk mewujudkan tujuan-tujuan ini melalui proses pemilihan umum. Oleh karena itu, setiap langkah kita dalam berdemokrasi harus selalu mengingat visi dan misi asli kita sebagai negara," ungkap Ganjar dalam salah satu video yang diunggah lewat platform YouTube miliknya pada 12 September 2023.

Oleh karena itu, Ganjar mendukung demokrasi yang kuat yang memungkinkan diskusi intelektual tanpa menimbulkan permusuhan. Ganjar menggarisbawahi perlunya menjaga perdamaian dan persatuan Indonesia.

Baca Juga: Sebut Bukan Darah Biru, Ganjar: Demokrasi Siapa pun Bisa Jadi Apa pun Asal Mau Terlibat

Tujuan pemilu, menurut mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu adalah memilih wakil seluruh rakyat Indonesia. Impian Ganjar adalah agar seluruh masyarakat Indonesia bersatu dan melaksanakan perjuangan secara kolektif.

Mahfud MD menjelaskan demokrasi memerlukan nomokrasi. Hal tersebut diutarakan Mahfud MD di Kantor DPP PDIP seusai dirinya diumumkan menjadi calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo.

"Dalam proses pembangunan politik negara kita, kita mengamalkan sistem demokrasi di mana rakyat memiliki kekuasaan. Dalam pelaksanaannya, demokrasi memerlukan nomokrasi. Demokrasi adalah tentang kedaulatan rakyat, sementara nomokrasi mengacu pada kedaulatan hukum. Demokrasi tanpa prinsip nomokrasi dapat mengarah pada anarki, sedangkan nomokrasi tanpa demokrasi bisa berpotensi menjadi sewenang-wenang. Oleh karena itu, kedua prinsip ini perlu berjalan seiring dan seimbang," kata Mahfud.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu menegaskan bahwa keberagaman di antara masyarakat—termasuk identitas ras, etnis, dan agama—adalah hal mendasar bagi demokrasi. Ia meyakini toleransi dan penerimaan terhadap perbedaan diperlukan di Indonesia, negara multikultural. Karena penerimaan ini, setiap warga negara mampu menjunjung tinggi nilai-nilai individualnya dan saling bekerja sama.

Sistem Demokrasi di Indonesia Saat Ini


Hakikat demokrasi Pancasila terletak pada gagasan demokrasi yang berpijak pada nilai-nilai yang terdapat dalam ideologi Pancasila. Pengertian demokrasi ini bersumber dari falsafah hidup masyarakat Indonesia. Kehidupan seperti ini kemudian melahirkan Pancasila, ideologi dasar negara Indonesia, yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Ringkasnya, demokrasi Pancasila, demokrasi yang dianut Indonesia adalah demokrasi yang dilaksanakan melalui musyawarah dan mufakat untuk kepentingan rakyat. Meski terjamin, kebebasan individu dibatasi karena harus diimbangi dengan kewajiban kemasyarakatan.

Untuk mewujudkan aspirasi negara, demokrasi Indonesia dijiwai dengan rasa persatuan kekeluargaan, bukan dominasi mayoritas atas minoritas. Hal tersebut sebagaimana yang tercantum dalam sila keempat Pancasila dalam alinea Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Usulan KPK soal Capres-Cawapres...
Usulan KPK soal Capres-Cawapres dari Kader Partai Dinilai Keliru
Feri Amsari Dipolisikan,...
Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago: Negara Demokrasi 'Dewanya' Itu Kebebasan
Usulan KPK soal Bakal...
Usulan KPK soal Bakal Capres-Cawapres dari Kader Partai Tidak Mudah
Wapres Filipina Sara...
Wapres Filipina Sara Duterte Maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2028
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Siapa Nasry Asfura?...
Siapa Nasry Asfura? Capres Honduras Keturunan Palestina yang Didukung Trump
Rekomendasi
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Berita Terkini
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved