Kisah Jenderal TNI AD Dicegah Ryamizard Ryacudu Nekat Bawa Uang Sendirian ke Timor Timur
Rabu, 25 Oktober 2023 - 06:21 WIB
loading...
A
A
A
"Siap! Saya mau ke Lospalos!" jawab Lettu Agus.
"Untuk apa kau ke sana?" tanya Ryamizard.
"Siap! Saya diperintahkan Danyon untuk mengantarkan uang ke Kotis (Komando Taktis) Lospalos," jawabnya dengan tegas.
"Kenapa pergi sendirian? Kamu tahu kemarin ada penghadangan oleh gerombolan di daerah Manatutu?" tanya Ryamizard kembali.
Lettu Inf Agus Rohman tidak diizinkan pergi ke Lospalos. Sementara itu, Kolonel Inf Ryamizard Ryacudu memanggil Komandan Batalyon ke Kota Bakau. Kemudian, Dansektor menanyakan kepada Komandan Batalyon perihal perjalanan Lettu Inf Agus Rohman.
"Mengapa dia ditugaskan berangkat sendiri naik bus tanpa pengawalan?"
Pada saat itu, memang terdapat kesalahan prosedur. Seharusnya, Lettu Inf Agus Rohman tidak berangkat sendirian. Tentu, itu akan mengancam jiwanya. Namun, karena loyalitas kepada pemimpin telah terbangun, perintah berisiko kematian pun siap.
Agus merasa bahwa keputusan dapat menentukan jalan hidup. Jika salah mengambil keputusan, pasti akan ada penyesalan, mungkin penyesalan itu tidak datang saat itu juga, mungkin dua tahun kemudian atau bertahun-tahun yang akan datang. Keputusan Agus Rohman untuk membawa pistol adalah tepat baginya.
Bagi Agus, keputusan yang diambil Kolonel Ryamizard Ryacudu adalah keputusan yang tepat. Sejak saat itu, Agus Rohman muda terinspirasi oleh Ryamizard Ryacudu. Ia mengikuti jejak-jejaknya.
Baca juga: Jenderal Kopassus Ini Perintahkan Anak Buah Habisi Nyawanya saat Bertemu Musuh di Timor Timur
Momen bersama Ryamizard Ryacudu yang paling diingat oleh Agus Rohman adalah saat ia dilantik menjadi Kapten. Setelah lebih dari satu tahun di Timor Timur, pada tanggal 1 April 1995, Lettu Inf Agus Rohman dilantik menjadi Kapten oleh Dansektor Kolonel Inf Ryamizard Ryacudu di Sungai Tehino. Momen itulah yang tidak pernah Agus Rohman lupakan.
"Untuk apa kau ke sana?" tanya Ryamizard.
"Siap! Saya diperintahkan Danyon untuk mengantarkan uang ke Kotis (Komando Taktis) Lospalos," jawabnya dengan tegas.
"Kenapa pergi sendirian? Kamu tahu kemarin ada penghadangan oleh gerombolan di daerah Manatutu?" tanya Ryamizard kembali.
Lettu Inf Agus Rohman tidak diizinkan pergi ke Lospalos. Sementara itu, Kolonel Inf Ryamizard Ryacudu memanggil Komandan Batalyon ke Kota Bakau. Kemudian, Dansektor menanyakan kepada Komandan Batalyon perihal perjalanan Lettu Inf Agus Rohman.
"Mengapa dia ditugaskan berangkat sendiri naik bus tanpa pengawalan?"
Pada saat itu, memang terdapat kesalahan prosedur. Seharusnya, Lettu Inf Agus Rohman tidak berangkat sendirian. Tentu, itu akan mengancam jiwanya. Namun, karena loyalitas kepada pemimpin telah terbangun, perintah berisiko kematian pun siap.
Agus merasa bahwa keputusan dapat menentukan jalan hidup. Jika salah mengambil keputusan, pasti akan ada penyesalan, mungkin penyesalan itu tidak datang saat itu juga, mungkin dua tahun kemudian atau bertahun-tahun yang akan datang. Keputusan Agus Rohman untuk membawa pistol adalah tepat baginya.
Bagi Agus, keputusan yang diambil Kolonel Ryamizard Ryacudu adalah keputusan yang tepat. Sejak saat itu, Agus Rohman muda terinspirasi oleh Ryamizard Ryacudu. Ia mengikuti jejak-jejaknya.
Baca juga: Jenderal Kopassus Ini Perintahkan Anak Buah Habisi Nyawanya saat Bertemu Musuh di Timor Timur
Momen bersama Ryamizard Ryacudu yang paling diingat oleh Agus Rohman adalah saat ia dilantik menjadi Kapten. Setelah lebih dari satu tahun di Timor Timur, pada tanggal 1 April 1995, Lettu Inf Agus Rohman dilantik menjadi Kapten oleh Dansektor Kolonel Inf Ryamizard Ryacudu di Sungai Tehino. Momen itulah yang tidak pernah Agus Rohman lupakan.
(kri)
Lihat Juga :