Pentingnya Pengelolaan Limbah Berkelanjutan Menuju Lingkungan Lebih Bersih
Kamis, 19 Oktober 2023 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Laporan dari WHO mengindikasikan bahwa isu yang paling sering terkait dengan limbah adalah kurangnya kesadaran akan risiko kesehatan yang diakibatkannya, pelatihan yang kurang memadai dalam pengelolaan limbah yang tepat, keterbatasan dalam system administrasi dan penghapusan limbah serta kendala sumber daya manusia dan ekonomi.
Pada tahun 2015, seluruh anggota PBB sepakat untuk mengadopsi agenda pembangunan berkelanjutan sebagai upaya untuk mengatasi tantangan ekonomi dan mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini menegaskan bahwa betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk keberlangsungan kehidupan manusia. Perkembangan ekonomi di masa depan sangat tergantung pada model bisnis yang menjunjung tinggi prinsip pembangunan keberlanjutan.
Masyarakat Indonesia sebagian besar masih tidak peduli pada pengelolaan limbah rumah tangganya, tenaga pengelola dari instansi penyelenggara kebersihan kota pun tidak konsisten dalam menangani pengelolaan limbah domestik perkotaan.
Limbah yang sudah dipilah dari sumbernya masih banyak ditemukan diangkut oleh truk sampah yang sama dalam satu kali pengambilan. Hal ini menyebabkan tercampurnya limbah pada saat diambil dari sumber, dikumpulkan di TPS sampai dibuang di TPA, sehingga biaya pengelolaan limbah menjadi lebih mahal jika akan dikelola untuk sirkular ekonomi dan pemanfaatan energi terbarukan.
Limbah anorganik yang sudah dipilah sesuai jenisnya dapat diolah menjadi bahan baku kembali yang dibutuhkan oleh industri terkait sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus dapat menjadi penggerak sirkular ekonomi. Limbah organik juga dapat diolah untuk menjadi kompos yang mempunyai nilai ekonomi mendukung kegiatan sirkular ekonomi juga.
Selain itu, proses biologi penguraian limbah organik di TPA akan menghasilkan metan (CH4) yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga dapat menghasilkan energi listrik terbarukan dan dapat digunakan oleh masyarkat setempat.
Pada tahun 2015, seluruh anggota PBB sepakat untuk mengadopsi agenda pembangunan berkelanjutan sebagai upaya untuk mengatasi tantangan ekonomi dan mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini menegaskan bahwa betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk keberlangsungan kehidupan manusia. Perkembangan ekonomi di masa depan sangat tergantung pada model bisnis yang menjunjung tinggi prinsip pembangunan keberlanjutan.
Masyarakat Indonesia sebagian besar masih tidak peduli pada pengelolaan limbah rumah tangganya, tenaga pengelola dari instansi penyelenggara kebersihan kota pun tidak konsisten dalam menangani pengelolaan limbah domestik perkotaan.
Limbah yang sudah dipilah dari sumbernya masih banyak ditemukan diangkut oleh truk sampah yang sama dalam satu kali pengambilan. Hal ini menyebabkan tercampurnya limbah pada saat diambil dari sumber, dikumpulkan di TPS sampai dibuang di TPA, sehingga biaya pengelolaan limbah menjadi lebih mahal jika akan dikelola untuk sirkular ekonomi dan pemanfaatan energi terbarukan.
Limbah anorganik yang sudah dipilah sesuai jenisnya dapat diolah menjadi bahan baku kembali yang dibutuhkan oleh industri terkait sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus dapat menjadi penggerak sirkular ekonomi. Limbah organik juga dapat diolah untuk menjadi kompos yang mempunyai nilai ekonomi mendukung kegiatan sirkular ekonomi juga.
Selain itu, proses biologi penguraian limbah organik di TPA akan menghasilkan metan (CH4) yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga dapat menghasilkan energi listrik terbarukan dan dapat digunakan oleh masyarkat setempat.
Lihat Juga :