Mahfud MD: Penegakan Hukum Harus Tegas ke Atas, Berikan Perlindungan ke Bawah

Rabu, 18 Oktober 2023 - 22:09 WIB
loading...
Mahfud MD: Penegakan...
Cawapres Mahfud MD mengatakan persoalan di Indonesia saat ini adalah lemahnya penegakan hukum. Foto/MPI/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Mahfud MD mengatakan persoalan di Indonesia saat ini adalah lemahnya penegakan hukum. Jika penegakan hukum bisa dilakukan dengan baik dan benar, maka ekonomi akan bagus.

"Infrastruktur akan bagus, kehidupan-kehidupan lain pun akan bagus. Perdagangan dan lain-lain," kata Mahfud dalam sambutannya di acara Deklarasi Capres dan Cawapres, Tim Pemenangan Nasional Ganjar Presiden (TPN GP) di Gedung Arsip Nasional RI, Jakarta Barat, Rabu (18/10/2023) malam.

Mahfud MD juga menekankan jika penegakan hukum harus punya kepastian. "Penegakan hukum harus memberikan kepastian hukum ke atas ke bawah. Kalau ke atas itu antarpengusaha-pengusaha elite, penguasa-penguasa elite itu terkadang tidak memberi kepastian hukum, ada tumpang tindih korupsi, kolusi dan lainnya," ucap Mahfud.

Baca juga: Presiden Jokowi Restui Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar Pranowo

"Di bawah, itu tidak dapat perlindungan hukum. Sehingga penegakan hukum ke depannya, ke atas harus ada kepastian dan ketegasan, ke bawah harus ada perlindungan," ucap Menko Polhukam ini.

Mahfud MD juga mengatakan Pemilu 2024 adalah pesta demokrasi yang dikhususkan untuk para anak-anak muda. Hal tersebut bisa menjadi jalan mulus mewujud Indonesia Emas 2045.

Mahfud mengungkapkan pemilih muda di Indonesia saat ini sebesar 62%. Mereka akan menjadi pemilih yang akan menentukan. Menurut Mahfud, anak-anak muda bukan diukur dari usianya. Melainkan dari pemikirannya, cara pandangnya, gayanya dan perspektif di dalam memandang kehidupan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Sahroni: Dengan UU Polri...
Sahroni: Dengan UU Polri Baru, Transparansi Penegakan Hukum Akan Lebih Meningkat
Polri Tetapkan 13 Tersangka...
Polri Tetapkan 13 Tersangka Sepanjang 2026 Terkait Haji Ilegal
ICW Pertanyakan Komitmen...
ICW Pertanyakan Komitmen Pemerintah Tegakkan Hukum terhadap Peredaran Rokok Ilegal
Mahfud MD Usul Ambang...
Mahfud MD Usul Ambang Batas Parlemen Nol Persen atau Pemberlakuan Fraksi Threshold
GKSR Gelar FGD Bahas...
GKSR Gelar FGD Bahas RUU Pemilu hingga Ambang Batas Parlemen, Undang Mahfud dan Uceng
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
Komdigi Dorong Sinkronisasi...
Komdigi Dorong Sinkronisasi Penegakan Hukum Ruang Digital
Rekomendasi
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Berita Terkini
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Infografis
Mahfud MD: Perilaku...
Mahfud MD: Perilaku Hedon dan Flexing Kaesang-Erina Harus Diselidiki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved