Pemerintah dan Tokoh KAMI Jangan Alergi Kritik
Selasa, 04 Agustus 2020 - 11:27 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, lanjut dia, narasi menyelamatkan Indonesia yang menjadi alasan pendirian KAMI, tentu semua orang setuju karena setiap anak bangsa berkewajiban untuk menyelamatkan bangsa dan negara dari keterpurukan. Mungkin yang membedakan hanya persoalan cara pandang. Din dkk memandang Indonesia dengan pesimistis, sehingga mengibaratkan Indonesia sebuah kapal yang sebentar lagi akan tenggelam. Pernyataan Din beda-beda tipis dengan pernyataan Prabowo Subianto yang menghebohkan negeri bahwa Indonesia akan bubar pada 2030. Sayangnya, pernyataan tersebut tidak disertai indikator yang memadai.
Sementara, pihak lain memandang Indonesia dengan optimistis, meskipun harus diakui akibat tekanan wabah Corona membuat ekonomi Indonesia mengalami kontraksi. Karyono melihat, ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2020 diprediksi mengalami kontraksi di kisaran -3,5 persen hingga -5,1 persen dengan titik tengah di -4,3 persen.
Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 telah menggerus APBN kita sehingga berdasarkan catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) posisi utang pemerintah mencapai Rp5.264,07 triliun hingga akhir Juni 2020. Utang ini naik Rp694,07 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 4.570 triliun.
"Dibandingkan bulan sebelumnya utang pemerintah ini naik tipis sebesar Rp5,5 triliun sehingga utang Indonesia tercatat sebesar Rp5.258,57 triliun," beber dia.
Selain itu, Karyono melihat, pandemi juga menyebabkan jumlah tenaga kerja yang di-PHK meningkat. Data Kemenaker melaporkan tenaga kerja terdampak Covid-19 sekitar 3,05 juta orang (per 2 Juni 2020) dan memperkirakan tambahan pengangguran bisa mencapai 5,23 juta.
Dia melanjutkan, dampak pandemi Covid-19 ini juga menggerus daya tahan ekonomi rakyat. Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA yang digelar di 8 provinsi besar di Indonesia pada pertengahan Juni 2020, terdapat 74,8 persen masyarakat yang berada di zona merah Covid-19 merasa kondisi ekonomi kian memburuk dibanding sebelum Covid.
Sementara, pihak lain memandang Indonesia dengan optimistis, meskipun harus diakui akibat tekanan wabah Corona membuat ekonomi Indonesia mengalami kontraksi. Karyono melihat, ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2020 diprediksi mengalami kontraksi di kisaran -3,5 persen hingga -5,1 persen dengan titik tengah di -4,3 persen.
Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 telah menggerus APBN kita sehingga berdasarkan catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) posisi utang pemerintah mencapai Rp5.264,07 triliun hingga akhir Juni 2020. Utang ini naik Rp694,07 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 4.570 triliun.
"Dibandingkan bulan sebelumnya utang pemerintah ini naik tipis sebesar Rp5,5 triliun sehingga utang Indonesia tercatat sebesar Rp5.258,57 triliun," beber dia.
Selain itu, Karyono melihat, pandemi juga menyebabkan jumlah tenaga kerja yang di-PHK meningkat. Data Kemenaker melaporkan tenaga kerja terdampak Covid-19 sekitar 3,05 juta orang (per 2 Juni 2020) dan memperkirakan tambahan pengangguran bisa mencapai 5,23 juta.
Dia melanjutkan, dampak pandemi Covid-19 ini juga menggerus daya tahan ekonomi rakyat. Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA yang digelar di 8 provinsi besar di Indonesia pada pertengahan Juni 2020, terdapat 74,8 persen masyarakat yang berada di zona merah Covid-19 merasa kondisi ekonomi kian memburuk dibanding sebelum Covid.
Lihat Juga :