alexa snippet

Setya Novanto Jadi Tersangka, Internal Golkar Dorong Munaslub

Setya Novanto Jadi Tersangka, Internal Golkar Dorong Munaslub
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto memberikan keterangan seusai diperiksa penyidik KPK. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Internal Partai Golkar prihatin atas ditetapkannya Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP.

Politikus muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengakui, sebagai kader Partai berlambang pohon beringin, dirinya juga merasa sedih dengan semakin kuatnya dugaan Novanto sebagai aktor utama dalam kasus itu.

Namun demikian, sebagai kader yang memiliki komitmen tinggi, Doli menyatakan akan lebih mengedepankan kepentingan yang lebih besar bagi partai, bangsa, dan negara. Doli kembali mendorong adanya suksesi kepemimpinan di internal Golkar.

"Saya sudah menyarankan saat itu agar beliau segera mengundurkan diri dan keluarga besar Golkar harus segera menyiapkan diri melakukan pergantian kepemimpinan baru di DPP. Itu perlu dilakukan demi penyelamatan partai," kata Doli melalui keterangan tertulis, Selasa (18/7/2017).

Doli menuturkan, citra Partai Golkar semakin  hari semakin merosot akibat kasus e-KTP. Faktanya, dalam bulan terakhir ini, setiap kali ada persidangan dan pemeriksaan saksi, nama Novanto selalu disebut dan secara otomatis pasti Golkar tersandera dan terbawa-terbawa negatif.

Oleh karena itu, lanjut Doli, dengan ditetapkannya Novanto sebagai tersangka saat ini, tidak ada jalan lain, Novanto diminta mengundurkan diri dari Ketua Umum DPP Golkar dan Ketua DPR. "Agar citra partai Golkar dan DPR tidak terikut terus merosot," kata Doli.

Doli mengingatkan agar Golkar tidak terseret dalam urusan pribadi Novanto. Pasalnya, kata Doli, hal itu bisa mengganggu urusan konsolidasi partai dalam menghadapi agenda-agenda politik strategis ke depan.

"Pilkada serentak 2018 sudah di depan mata dan persiapan Pileg dan Pilpres 2019 tidak bisa ditunda. Jadi tidak ada jalan lain DPP dengan semua perangkatnya termasuk Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pakar harus segera melakukan rapat untuk mengambil sikap mempersiapkan Munaslub," kata Doli.



(pur)
loading gif
Top