Wacana Kepemilikan Senjata Api, Psikolog: Harus Ditolak
Selasa, 04 Agustus 2020 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
"Bandit membaca itu sehingga kian merajalela. Masyarakat kemudian memilih mengamankan diri mereka sendiri dengan memiliki senjata pribadi," tuturnya.
Situasi ini mungkin bisa untuk menganalisis makna pernyataan Bambang sebelum diklarifikasi. "Menarik untuk dicari tahu apa yang sesungguhnya berkelebat di pikiran dan berdesir di hati Ketua MPR saat mengangkat wacana tentang kepemilikan senjata oleh sipil," ucapnya.(Baca juga: Bamsoet Ingin Aturan Direvisi, Warga Boleh Gunakan Pistol Kaliber 9mm )
Dalam negara hukum tentu masyarakat tidak bisa asal bertindak. Semua masalah tindak pidana ada aturannya dan prosesnya diserahkan kepada aparat. Publik harus terus membangun kepercayaan sebagai cara untuk menyemangati kepolisian. "Agar bisa menjalankan fungsinya secara lebih maksimal. Agar kebutuhan masyarakat akan rasa aman bisa terealisasi sehingga tidak lagi berpikir untuk mempersenjatai diri sendiri," katanya.
Situasi ini mungkin bisa untuk menganalisis makna pernyataan Bambang sebelum diklarifikasi. "Menarik untuk dicari tahu apa yang sesungguhnya berkelebat di pikiran dan berdesir di hati Ketua MPR saat mengangkat wacana tentang kepemilikan senjata oleh sipil," ucapnya.(Baca juga: Bamsoet Ingin Aturan Direvisi, Warga Boleh Gunakan Pistol Kaliber 9mm )
Dalam negara hukum tentu masyarakat tidak bisa asal bertindak. Semua masalah tindak pidana ada aturannya dan prosesnya diserahkan kepada aparat. Publik harus terus membangun kepercayaan sebagai cara untuk menyemangati kepolisian. "Agar bisa menjalankan fungsinya secara lebih maksimal. Agar kebutuhan masyarakat akan rasa aman bisa terealisasi sehingga tidak lagi berpikir untuk mempersenjatai diri sendiri," katanya.
(abd)
Lihat Juga :