HUT ke-78, TNI Diminta Lebih Fokus pada Geopolitik Kawasan
Kamis, 05 Oktober 2023 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A
“Separatisme Papua yang tak kunjung tuntas bisa saja memancing kekuatan militer negara lain yang memiliki aset atau investasi di Papua. Dengan alasan melindungi aset dan investasinya, maka kekuatan militer negara tersebut bisa saja masuk ke wilayah NKRI. Apalagi jika dibungkus dengan isu untuk perlindungan HAM," ucapnya.
Baca juga: Meriahkan HUT ke-78 TNI, 91 Pesawat dan Helikopter Bakal Atraksi di Langit Jakarta
Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Hankam dan Siber ini menambahkan, memasuki tahun politik separatisme Papua harus bisa diselesaikan secara tuntas pada tataran nasional dan internasional. Pengalaman negara lain, seperti Inggris menyelesaikan separatisme Irlanda, Spanyol menyelesaikan separatisme Catalunya, dan Sri Lanka menyelesaikan separatisme Tamil dapat digunakan TNI untuk menyelesaikan separatisme Papua.
”Kekuatan separatisme Papua jauh lebih kecil dibandingkan dengan kekuatan separatisme Irlandia ataupun Tamil sehingga di atas kertas dapat diselesaikan relatif lebih cepat,” ujarnya.
Memasuki 2024, kata Nuning, seharusnya TNI fokus berbenah diri untuk bisa menyelesaikan separatisme Papua. ”Dengan penyelesaian separatisme Papua secara komprehensif, maka kita semua dapat menyelenggarakan tahapan pilpres, pileg, dan pilkada tanpa gangguan stabilitas keamanan dalam negeri sekaligus TNI dapat berkonsentrasi pada geopolitik kawasan,” katanya.
Baca juga: Meriahkan HUT ke-78 TNI, 91 Pesawat dan Helikopter Bakal Atraksi di Langit Jakarta
Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Hankam dan Siber ini menambahkan, memasuki tahun politik separatisme Papua harus bisa diselesaikan secara tuntas pada tataran nasional dan internasional. Pengalaman negara lain, seperti Inggris menyelesaikan separatisme Irlanda, Spanyol menyelesaikan separatisme Catalunya, dan Sri Lanka menyelesaikan separatisme Tamil dapat digunakan TNI untuk menyelesaikan separatisme Papua.
”Kekuatan separatisme Papua jauh lebih kecil dibandingkan dengan kekuatan separatisme Irlandia ataupun Tamil sehingga di atas kertas dapat diselesaikan relatif lebih cepat,” ujarnya.
Memasuki 2024, kata Nuning, seharusnya TNI fokus berbenah diri untuk bisa menyelesaikan separatisme Papua. ”Dengan penyelesaian separatisme Papua secara komprehensif, maka kita semua dapat menyelenggarakan tahapan pilpres, pileg, dan pilkada tanpa gangguan stabilitas keamanan dalam negeri sekaligus TNI dapat berkonsentrasi pada geopolitik kawasan,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :