Konferensi Internasional, Menag: Institusi Keagamaan Miliki Peran Menjaga Lingkungan

Rabu, 04 Oktober 2023 - 23:37 WIB
loading...
Konferensi Internasional, Menag: Institusi Keagamaan Miliki Peran Menjaga Lingkungan
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, institusi keagamaan memiliki potensi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Foto/kemenag
A A A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan tantangan terbesar yang dihadapi dunia adalah perubahan iklim. Menurutnya, kontribusi agama dalam memecahkan masalah ini semakin relevan dan harus ditingkatkan secara global.

Hal ini disampaikan Menag dalam sambutannya pada Conference on Religion and Climate Change - South East Asia (CORECS) 2023 yang berlangsung di Jakarta. Konferensi yang diinisiasi Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) ini dihadiri 150 perwakilan berbagai agama dari sejumlah negara di wilayah Asia Tenggara. Hadir juga, para ilmuwan, pemikir, dan pemuda yang peduli terhadap isu perubahan iklim. Konferensi membahas peran agama dalam menghadapi dampak negatif perubahan iklim.

Menag mengungkapkan saat ini di Indonesia inisiasi nyata untuk mengatasi perubahan iklim telah banyak dilakukan tokoh dan institusi agama di tingkat lokal. "Di Indonesia, kami melihat komitmen nyata dalam tingkat lokal, seperti pesantren ekologi yang mendidik para pemeluk agama untuk lebih peduli terhadap lingkungan," papar Menag dalam sambutan yang dibacakan Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Rabu (4/10/2023).



"Ada pula pendirian lembaga yang fokus menangani isu perubahan iklim, seperti yang dilakukan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama. Isu ketidakadilan ekologis juga telah dibahas dalam lingkungan gereja Indonesia," imbuhnya.

Menag berharap, inisiasi-inisiasi ini dapat menjadi contoh sekaligus langkah awal untuk membuat gerakan terpadu guna mengatasi perubahan iklim.



"Kita dapat mencari solusi-solusi yang inovatif untuk menghadapi tantangan ini, seperti merenovasi atau membangun gedung ibadah yang ramah terhadap iklim Indonesia, serta mengadopsi konsep-konsep lokal yang mendukung keberlanjutan, seperti yang terlihat dalam desain Masjid Al Risyad di Jawa Barat," ungkapnya.

Langkah lain yang perlu diambil institusi keagamaan, misalnya adalah memprioritaskan penggunaan teknologi pro-lingkungan seperti lampu LED, tenaga surya, dan pemanfaatan air hujan. "Institusi keagamaan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan kita," ucapnya.

Menag berharap, kegiatan yang mengambil tema "Ikhtiar Menghadirkan Kembali Nilai-Nilai Agama dan Budaya Lokal dalam Pelestarian Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan" ini dapat memberikan hasil yang aplikatif.
Halaman :
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1258 seconds (0.1#10.140)