DOB Papua Dinilai Bagian Percepatan Pembangunan dan Pangkas Kesenjangan

Rabu, 04 Oktober 2023 - 14:11 WIB
loading...
DOB Papua Dinilai Bagian...
Daerah Otonomi Baru (DOB) di tanah Papua dinilai merupakan bagian dari percepatan pembangunan. Foto/Ilustrasi Papua/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Daerah Otonomi Baru (DOB) di tanah Papua dinilai merupakan bagian dari percepatan pembangunan. Hal ini dikatakan oleh Wasekjen Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Suardi Soamole.

"Sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2021 terkait dengan Otonomi Khusus Papua, pelaksanaan dan implementasi dari hal tersebut sangatlah efektif," kaa Suardi dalam keterangannya, Rabu (4/10/2023).

"Dengan adanya DOB, mampu memberikan peluang baru terhadap proses terjadinya keberlangsungan pembangunan yang ada di wilayah Papua," sambungnya.

Suardi menengarai, pembangunan adalah masalah utama masyarakat Papua. Sebab itu, DOB bisa menjadi langkah konkret untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Baca juga: DPR Sahkan Usulan 3 DOB Papua, Indonesia Akan Miliki 37 Provinsi

"Masyarakat dapat lebih mudah mengakses pelayanan pendidikan dan kesehatan, dan kemudian kebutuhan yang paling pokok seperti pembangunan infrastruktur," ungkap Suardi.

Hal senada disampaikan oleh Yapen Karolin, salah satu perwakilan Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yapen. Dia mengatakan, DOB merupakan kebijakan yang direspons positif oleh masyarakat.

Menurutnya, pembangunan berjalan baik di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Pembangunan saat ini terkait dengan infrastruktur, pendidikan, dan sosial masyarakat itu sudah berjalan dengan cukup baik," ungkapnya.

"Terutama di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Pembangunan infrastruktur saat ini sudah berjalan secara menyeluruh ke seluruh daerah," terang Karolin.

Karolin menilai, DOB memangkas kesenjangan dan memperpendek rentang kendali masyarakat. Selain itu, jangkauan serta akses untuk transportasi dari kabupaten ke provinsi menjadi lebih baik.

Karolin berharap DOB terus membuka lapangan pekerjaan baru sehingga dapat mengangkat perekonomian masyarakat di daerah-daerah tersebut.

"Kalau misalnya dari segi pendidikan di daerah untuk pembangunan sekolah, akses belajar belum dipenuhi berpotensi menimbulkan konflik sosial, begitu pula bila fasilitas kesehatan belum terpenuhi," tutupnya.

Hal senada dikatakan oleh Kepala Badan Percepatan Pembangunan Daerah (Bappeda), Papua Yohanes Walilo. Hal itu disampaikan dalam sambutannya di pembukaan Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi) 2023 di Kantor Gubernur Papua Barat, Selasa (26/9/2023).

Yohanes mengajak seluruh pimpinan untuk tidak mengkotak-kotakkan Papua karena adanya DOB. Yohanes menyeru seluruh pimpinan di tanah Papua agar kompak dan bersatu.

Dia mendorong agar daerah-daerah yang bergabung di dalam Fordasi untuk meningkatkan kerja sama antara pemerintah daerah, pusat dan kementerian.

"Tidak boleh ada saling kotak setelah DOB di Papua bukan untuk membedakan, tetapi kita harus satu dan sejak dulunya memang satu," tegas Yohanes.

Yohanes menjamin Papua sebagai provinsi induk di tanah Papua mendukung keputusan apapun dalam Fordasi 2023.

"Kami mendukung apa pun yang dihasilkan nanti dalam rapat. Supaya dapat berguna untuk melaksanakan tugas di tanah ini," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Yorrys Raweyai Soroti...
Yorrys Raweyai Soroti Eksploitasi Hutan di Tanah Papua dan Dorong Pembentukan Pansus
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Head-to-Head Inggris...
Head-to-Head Inggris vs Ghana: The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Afrika
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Berita Terkini
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved