Gagasan Ganjar Terkait Isu Kedaulatan Pangan Indonesia: Biarkan Beragam!

Minggu, 01 Oktober 2023 - 15:00 WIB
loading...
A A A
Menurut Ganjar, keberagaman pangan harus menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan ke depan, mengingat bahwa Indonesia memiliki sumber pangan yang beragam. Hal ini merupakan keunggulan yang tidak dimiliki setiap negara.

Ganjar juga berpendapat bahwa keanekaragaman hasil panen dapat berperan dalam mencapai tujuan kedaulatan pangan dengan menggunakan bahan pangan lain untuk menggantikan bahan yang digunakan sebelumnya. Misalnya saja penggunaan sorgum untuk menggantikan gandum.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Presiden 2024 Cerita Masa Kecil Saat Jadi Anak Polisi di Depan KBPP Polri

Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sorgum. Sementara itu, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor gandum dengan tingkat konsumsi yang tidak rendah. Padahal, kebutuhan impor gandum Indonesia mencapai 11 juta ton.

Kebutuhan itu pun menjadi terhambat selama meledaknya invasi Rusia ke Ukraina. Memang benar, 30% kebutuhan impor gandum Indonesia bergantung pada Rusia dan Ukraina, dua produsen gandum terbesar di dunia. Presiden Indonesia Joko Widodo mengungkapkan, ada sekitar 207 juta ton cadangan gandum di kedua negara itu yang tidak bisa diekspor akibat perang.

Ganjar juga meyakini keberagaman produk pangan di Indonesia harus dibarengi dengan pemanfaatan teknologi yang baik demi kedaulatan pangan. Ia meyakini Indonesia harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang pesat agar dapat mengatasi permasalahan pangan nasionalnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Ditanya Maju Pilpres...
Ditanya Maju Pilpres 2029, Anies: Kita Lihat Nanti
Keluarga Presiden dan...
Keluarga Presiden dan Wapres Dilarang Maju Pilpres, DPR: Setiap Warga Negara Punya Hak Dipilih
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Program Cetak Sawah...
Program Cetak Sawah di Wanam: Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan yang Harus Dilanjutkan
Dirjen Polpum Kemendagri...
Dirjen Polpum Kemendagri Dorong Banjarbaru Jadi Percontohan Gerakan Nasional ASRI
Rekomendasi
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Berita Terkini
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved