Bung Karno Bawa Semangat Kemerdekaan Indonesia untuk Persatuan Dunia
Sabtu, 30 September 2023 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
"Apa yang disampaikan oleh Bung Karno itu menjadi relevan bahwa di tengah pertarungan geopolitik saat ini. Dalam pidato yang telah menjadi memory of the world tersebut, jiwa kemanusiaanlah yang berbicara. PBB harus menjadi perwakilan bangsa-bangsa di seluruh muka bumi yang berdiri sederajat, merdeka dan berdaulat. Dari pidato tersebut visi Indonesia bagi dunia sangatlah jelas," kata Hasto.
Dengan segala gejolak dan geopolitik masa lalu, lanjut Hasto, tesis perjuangan Bung Karno adalah menjadikan kemerdekaan Indonesia sebagai bagian dari perjuangan umat manusia sedunia. Jadi jangan sekarang dipersempit, hanya melihat ke dalam, berbagai perbedaan dengan isu primordial. Bangsa Indonesia harus melihat keluar, menjadi bagian dari warga bangsa dunia, dan membangun kepemimpinan dalam seluruh aspek kehidupan agar dunia bebas dari kolonialisme dan imperialisme.
"Pancasila ideologi dunia," kata Hasto.
Baca juga: Soekarno Hadir dalam Rakernas IV PDIP, Sampaikan Pesan Khusus soal Pangan
"Maka Bung Karno sangat tegas di dalam pidatonya dan menolak hegemoni empat negara besar yang memiliki hak veto dikatakan tidak dapat menentukan perang dan damai, lebih tepat memiliki kekuatan untuk merusak perdamaian dan mereka tidak punya hak moril baik secara sendirian maupun bersama-sama untuk mencoba hari depan dunia," kata Hasto.
Dengan segala gejolak dan geopolitik masa lalu, lanjut Hasto, tesis perjuangan Bung Karno adalah menjadikan kemerdekaan Indonesia sebagai bagian dari perjuangan umat manusia sedunia. Jadi jangan sekarang dipersempit, hanya melihat ke dalam, berbagai perbedaan dengan isu primordial. Bangsa Indonesia harus melihat keluar, menjadi bagian dari warga bangsa dunia, dan membangun kepemimpinan dalam seluruh aspek kehidupan agar dunia bebas dari kolonialisme dan imperialisme.
"Pancasila ideologi dunia," kata Hasto.
Baca juga: Soekarno Hadir dalam Rakernas IV PDIP, Sampaikan Pesan Khusus soal Pangan
"Maka Bung Karno sangat tegas di dalam pidatonya dan menolak hegemoni empat negara besar yang memiliki hak veto dikatakan tidak dapat menentukan perang dan damai, lebih tepat memiliki kekuatan untuk merusak perdamaian dan mereka tidak punya hak moril baik secara sendirian maupun bersama-sama untuk mencoba hari depan dunia," kata Hasto.
Lihat Juga :