Cerita KSAL hingga Panglima TNI Panik, Rudal Buatan China yang Ditembakkan Jokowi Tak Meledak
Rabu, 27 September 2023 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Rudal tersebut diluncurkan dari KRI Clurit 641 atas komando Presiden. Tak hanya senjata produk China, tetapi TNI AL juga menembakkan torpedo SUT buatan Jerman. Torpedo yang memiliki jarak efektif 12 hingga 28,5 Km dan kecepatan 18-34 knot ditembakkan dari KRI Diponegoro dan KRI Usman Harun. Adapun KRI Kujang meluncurkan rudal buatan China, tetapi batal.
Momen menegangkan terjadi ketika Presiden Jokowi memberikan aba-aba penembakan rudal C-705 jenis SSM buatan China. Rudal ini tercatat merupakan rudal yang berada di permukaan ke permukaan dan jenis terbaru yang dibeli oleh TNI AL. Setelah hitungan mundur dari 10 dilakukan, ternyata terjadi delay atau terlambat yang cukup lama mulai dari aba-aba perintah penembakan hingga meluncurnya rudal.
Keterlambatan penembakan ini sempat membuat para pejabat, termasuk Presiden Jokowi, bertanya-tanya. Mengapa roket belum meluncur juga mengenai sasaran. Berselang kurang lebih 3 menit, sebuah rudal diluncurkan lagi ke arah sasaran. Namun, terjadi lagi gangguan sehingga rudal jatuh ke laut sebelum mengenai sasaran.
”Saya melihat raut muka Panglima TNI agak sedikit gusar dan melirik ke arah Kepala Staf TNI AL Laksmanana TNI Ade Supandi yang juga terlihat kecewa dengan kondisi tersebut,” kenangnya dikutip SINDOnews, Rabu (27/9/2023).
Para perwira tinggi TNI AL yang berada di atas kapal juga terjebak dalam suasana tegang karena kesalahan yang tidak diduga terjadi di hari puncak latihan tersebut. Memang di kalangan TNI, kesalahan sekecil apa pun tak bisa ditoleransi. Kegagalan itu langsung dievaluasi secara tuntas. Para penyelenggara latihan harus siap mempertangungjawabkan hasil latihan yang telah digelar.
”Saya yakin kesalahan yang terjadi di latihan Armada Jaya XXXIV/2016 ini juga akan dievaluasi untuk mengetahui penyebab keterlambatan penembakan rudal C-705 SSM. Apalagi kegiatan demonstrasi penembakan ini disaksikan oleh Presiden RI. Pasti ini menjadi evaluasi besar bagi penyelenggara latihan Armada Jaya XXXIV/2016,” tulisnya.
Setelah menyaksikan latihan tempur TNI AL di KRI Banjarmasin-592, Presiden Jokowi selanjutnya menyusuri jalan darat Pantai Utara Jawa. Lokasi yang pertama dikunjungi Presiden Jokowi adalah meninjau Program Makanan Tambahan di Tempat Pelelangan Ikan Kampung Landangan Pesisir, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo; dan meninjau Rumah Pemulihan Gizi, Kabupaten Situbondo.
Esoknya, Presiden Jokowi menyaksikan pendaratan Marinir dari Menara Tinjau di Pantai Pendaratan Banongan, Asem Bagus, Kabupaten Situbondo. Di situ, Presiden juga menyaksikan penembakan dan demo Marinir di Posisi Titik Tinjau (T12), Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Karang Tekok, Kabupaten Situbondo.
Momen menegangkan terjadi ketika Presiden Jokowi memberikan aba-aba penembakan rudal C-705 jenis SSM buatan China. Rudal ini tercatat merupakan rudal yang berada di permukaan ke permukaan dan jenis terbaru yang dibeli oleh TNI AL. Setelah hitungan mundur dari 10 dilakukan, ternyata terjadi delay atau terlambat yang cukup lama mulai dari aba-aba perintah penembakan hingga meluncurnya rudal.
Keterlambatan penembakan ini sempat membuat para pejabat, termasuk Presiden Jokowi, bertanya-tanya. Mengapa roket belum meluncur juga mengenai sasaran. Berselang kurang lebih 3 menit, sebuah rudal diluncurkan lagi ke arah sasaran. Namun, terjadi lagi gangguan sehingga rudal jatuh ke laut sebelum mengenai sasaran.
”Saya melihat raut muka Panglima TNI agak sedikit gusar dan melirik ke arah Kepala Staf TNI AL Laksmanana TNI Ade Supandi yang juga terlihat kecewa dengan kondisi tersebut,” kenangnya dikutip SINDOnews, Rabu (27/9/2023).
Para perwira tinggi TNI AL yang berada di atas kapal juga terjebak dalam suasana tegang karena kesalahan yang tidak diduga terjadi di hari puncak latihan tersebut. Memang di kalangan TNI, kesalahan sekecil apa pun tak bisa ditoleransi. Kegagalan itu langsung dievaluasi secara tuntas. Para penyelenggara latihan harus siap mempertangungjawabkan hasil latihan yang telah digelar.
”Saya yakin kesalahan yang terjadi di latihan Armada Jaya XXXIV/2016 ini juga akan dievaluasi untuk mengetahui penyebab keterlambatan penembakan rudal C-705 SSM. Apalagi kegiatan demonstrasi penembakan ini disaksikan oleh Presiden RI. Pasti ini menjadi evaluasi besar bagi penyelenggara latihan Armada Jaya XXXIV/2016,” tulisnya.
Setelah menyaksikan latihan tempur TNI AL di KRI Banjarmasin-592, Presiden Jokowi selanjutnya menyusuri jalan darat Pantai Utara Jawa. Lokasi yang pertama dikunjungi Presiden Jokowi adalah meninjau Program Makanan Tambahan di Tempat Pelelangan Ikan Kampung Landangan Pesisir, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo; dan meninjau Rumah Pemulihan Gizi, Kabupaten Situbondo.
Esoknya, Presiden Jokowi menyaksikan pendaratan Marinir dari Menara Tinjau di Pantai Pendaratan Banongan, Asem Bagus, Kabupaten Situbondo. Di situ, Presiden juga menyaksikan penembakan dan demo Marinir di Posisi Titik Tinjau (T12), Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Karang Tekok, Kabupaten Situbondo.
(cip)
Lihat Juga :