Kental Nuansa Kekecewaan, Gerakan Din dkk Mesti Direspons Normal
Senin, 03 Agustus 2020 - 08:15 WIB
loading...
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Berangkat dari kegelisahan atas kondisi bangsa, mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh berinisiatif membentuk gerakan untuk menyelamatkan Indonesia.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai wajar saja gerakan tersebut dalam negara demokrasi. Menurut dia, fragmentasi masyarakat dari gerakan bentukan Din dkk itu memang kental sekali nuansa kekecewaan terhadap situasi.
Di satu sisi posisi pemerintah semakin powerfull, tetapi di sisi lain banyak kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai harapan. "(Munculnya koalisi ini) juga sekaligus menandai lemahnya oposisi. Untuk itu, gerakan sipil ini mengemuka," kata Dedi saat dihubungi SINDOnews, Senin (3/8/2020).
(Baca: Din Syamsuddin, Rocky Gerung dkk Bentuk Koalisi Selamatkan Indonesia)
Menurut Dedi, dengan munculnya koalisi yang semacam ini, pemerintah harus mawas diri sekaligus menyambut gerakan Din dkk secara normal dalam iklim demokrasi.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai wajar saja gerakan tersebut dalam negara demokrasi. Menurut dia, fragmentasi masyarakat dari gerakan bentukan Din dkk itu memang kental sekali nuansa kekecewaan terhadap situasi.
Di satu sisi posisi pemerintah semakin powerfull, tetapi di sisi lain banyak kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai harapan. "(Munculnya koalisi ini) juga sekaligus menandai lemahnya oposisi. Untuk itu, gerakan sipil ini mengemuka," kata Dedi saat dihubungi SINDOnews, Senin (3/8/2020).
(Baca: Din Syamsuddin, Rocky Gerung dkk Bentuk Koalisi Selamatkan Indonesia)
Menurut Dedi, dengan munculnya koalisi yang semacam ini, pemerintah harus mawas diri sekaligus menyambut gerakan Din dkk secara normal dalam iklim demokrasi.
Lihat Juga :