Perayaan HUT ke-25 PSMTI Bakal Dihadiri Presiden Jokowi
Jum'at, 22 September 2023 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
”Lewat penampilan seni budaya tersebut, masyarakat Tionghoa di Indonesia berusaha untuk mempertahankan dan memperkaya warisan budaya mereka serta mempromosikan pemahaman dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia yang beragam,” katanya.
Peng Suyoto menyebut, perayaan ulang tahun ke 25 ini merupakan tahun perak bagi PSMTI. Untuk itu, PSMTI ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa PSMTI memiliki kekompakkan hubungan sosial, budaya, dan kebersamaan antara keluarga-keluarga dengan marga atau keturunan Tionghoa di Indonesia serta memelihara tradisi Tionghoa di Indonesia. Termasuk dalam hal pendidikan, budaya, dan kegiatan amal.
“Dalam hal ini, PSMTI merupakan salah satu contoh dari upaya untuk mempertahankan dan memperkaya keragaman budaya di Indonesia,” ujarnya.
Peng Suyoto menambahkan, dalam acara tersebut PSMTI juga meluncurkan buku tentang perjalanan Suku Tionghoa Indonesia yang berjudul “Sejarah orang Tionghoa di Nusantara” termasuk perannya dalam membangun negeri. Buku tersebut ditulis oleh 32 akademisi di Universitas Negeri dari seluruh Indonesia. Buku ini menceritakan awal datangnya orang Tionghoa di Indonesia. Saat ini, masyarakat masih banyak bertanya awal masuknya Suku Tionghoa ke Nusantara karena banyak informasi yang berbeda tentang kedatangan Suku Tionghoa.
“Banyak yang menyangka Suku Tionghoa itu datang di abad 8 karena tulisan sebelumnya oleh seorang pendeta I Ching yang berkelana di Nusantara. Tetapi dengan adanya akademisi-akademisi menulis sejak abad ke 2 setelah Masehi sudah ditemukan jejak orang Tionghoa datang. Itu menjadi referensi baru bagi para akademisi dan sejarawan yang ingin lebih banyak mengetahui jejak orang Tionghoa di Indonesia,” kata Peng Suyoto yang juga sebagai Ketua Harian I PSMTI.
Peng Suyoto menyebut, perayaan ulang tahun ke 25 ini merupakan tahun perak bagi PSMTI. Untuk itu, PSMTI ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa PSMTI memiliki kekompakkan hubungan sosial, budaya, dan kebersamaan antara keluarga-keluarga dengan marga atau keturunan Tionghoa di Indonesia serta memelihara tradisi Tionghoa di Indonesia. Termasuk dalam hal pendidikan, budaya, dan kegiatan amal.
“Dalam hal ini, PSMTI merupakan salah satu contoh dari upaya untuk mempertahankan dan memperkaya keragaman budaya di Indonesia,” ujarnya.

Peng Suyoto menambahkan, dalam acara tersebut PSMTI juga meluncurkan buku tentang perjalanan Suku Tionghoa Indonesia yang berjudul “Sejarah orang Tionghoa di Nusantara” termasuk perannya dalam membangun negeri. Buku tersebut ditulis oleh 32 akademisi di Universitas Negeri dari seluruh Indonesia. Buku ini menceritakan awal datangnya orang Tionghoa di Indonesia. Saat ini, masyarakat masih banyak bertanya awal masuknya Suku Tionghoa ke Nusantara karena banyak informasi yang berbeda tentang kedatangan Suku Tionghoa.
“Banyak yang menyangka Suku Tionghoa itu datang di abad 8 karena tulisan sebelumnya oleh seorang pendeta I Ching yang berkelana di Nusantara. Tetapi dengan adanya akademisi-akademisi menulis sejak abad ke 2 setelah Masehi sudah ditemukan jejak orang Tionghoa datang. Itu menjadi referensi baru bagi para akademisi dan sejarawan yang ingin lebih banyak mengetahui jejak orang Tionghoa di Indonesia,” kata Peng Suyoto yang juga sebagai Ketua Harian I PSMTI.
Lihat Juga :