Kisah LB Moerdani, Baret Merah, dan Tentara Diraja Malaysia
Kamis, 21 September 2023 - 05:46 WIB
loading...
A
A
A
Moerdani tidak mengucapkan sepatah kata pun, lalu duduk kembali. Sintong kemudian mengambil baret merah itu dan meletakkannya di meja kerja. Suasana yang semua berlangsung ramah, spontan berubah menjadi kaku. Semuanya terdiam karena wajah Moerdani berubah serius.
KSAD berupaya meredakan suasana dengan mengalihkan bahan pembicaraan, tetapi suasana tetap kaku. Ketika Moerdani berjalan keluar dari kamar kecil, Sintong menghampiri dia dan berbicara kepadanya.
Sintong sebagai Komandan Kopassus merasa tersinggung. Tidak sepantasnya Panglima ABRI bertindak demikian. Sintong berkata, "Pak Benny tidak dapat dipisahkan dengan Korps Baret Merah. Bapak dikenal sebagai orang pertama Korps Baret Merah. Jadi aneh kalau Bapak tidak berkenan memakai baret merah." Namun, perkataan Sintong tersebut tidak dijawab LB Moerdani.
KSAD berupaya meredakan suasana dengan mengalihkan bahan pembicaraan, tetapi suasana tetap kaku. Ketika Moerdani berjalan keluar dari kamar kecil, Sintong menghampiri dia dan berbicara kepadanya.
Sintong sebagai Komandan Kopassus merasa tersinggung. Tidak sepantasnya Panglima ABRI bertindak demikian. Sintong berkata, "Pak Benny tidak dapat dipisahkan dengan Korps Baret Merah. Bapak dikenal sebagai orang pertama Korps Baret Merah. Jadi aneh kalau Bapak tidak berkenan memakai baret merah." Namun, perkataan Sintong tersebut tidak dijawab LB Moerdani.
(maf)
Lihat Juga :