Takmir Masjid Berperan Bentuk Ketahanan Ideologi Masyarakat
Jum'at, 15 September 2023 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Masjid-masjid Kota New York Kini Bebas Kumandangkan Azan Jumat Tanpa Izin
Yusnar berpendapat saat ini penyebaran ideologi ekstrem ini banyak melalui media sosial (medsos). Seperti menyatakan kebencian terhadap pemerintah, menyebut pemerintah bohong, dan sebagainya.
"Lalu bagaimana caranya agar itu bisa terendam? Tentunya berikan kepada ormas. Karena ormas punya kekuatan sampai di daerah untuk meredam itu," tutur Wakil Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) itu.
Selain itu, dalam mencegah penyebaran ideologi ekstrem harus dimulai dari tingkat madrasah atau para guru. Menurutnya, guru di sekolah adalah pendakwah nomor satu yang dapat menjadi pemicu seorang anak terpapar paham radikal.
"Al Washliyah misalnya, kami punya 1.700 sekolah, ada 9 universitas. Guru-guru itu kita berikan pemahaman dan penjelasan, 'tolonglah kalian didik anak-anak itu secara baik dan bagus.' kan ada itu namanya pendidikan psikologi, bimbingan konseling. Tentunya itu bisa sampai kepada anak-anak itu. Ajarkan agama yang baik, kan banyak sekolah agama dan banyak juga pesantren. Begitu saja selesai itu," kata Kiai Yusnar.
Yusnar berpendapat saat ini penyebaran ideologi ekstrem ini banyak melalui media sosial (medsos). Seperti menyatakan kebencian terhadap pemerintah, menyebut pemerintah bohong, dan sebagainya.
"Lalu bagaimana caranya agar itu bisa terendam? Tentunya berikan kepada ormas. Karena ormas punya kekuatan sampai di daerah untuk meredam itu," tutur Wakil Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) itu.
Selain itu, dalam mencegah penyebaran ideologi ekstrem harus dimulai dari tingkat madrasah atau para guru. Menurutnya, guru di sekolah adalah pendakwah nomor satu yang dapat menjadi pemicu seorang anak terpapar paham radikal.
"Al Washliyah misalnya, kami punya 1.700 sekolah, ada 9 universitas. Guru-guru itu kita berikan pemahaman dan penjelasan, 'tolonglah kalian didik anak-anak itu secara baik dan bagus.' kan ada itu namanya pendidikan psikologi, bimbingan konseling. Tentunya itu bisa sampai kepada anak-anak itu. Ajarkan agama yang baik, kan banyak sekolah agama dan banyak juga pesantren. Begitu saja selesai itu," kata Kiai Yusnar.
(abd)
Lihat Juga :