Kisah Heroik Luhut Pandjaitan dan Pasukannya saat Dihujani Peluru Pasukan Tropas di Timor Timur

Jum'at, 15 September 2023 - 09:50 WIB
loading...
Kisah Heroik Luhut Pandjaitan...
Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan pernah mendapat penugasan misi di Timor Timur. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sosok Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan tentu sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Tanah Air. Dalam riwayat hidupnya, LBP memiliki banyak kisah menarik yang seakan tidak pernah habis.

Luhut Pandjaitan merupakan salah seorang purnawirawan perwira tinggi (pati) TNI Angkatan Darat . Melihat ke belakang, dia dulunya tercatat sebagai lulusan terbaik Akmil 1970 dan berhak atas penghargaan Adhi Makayasa.

Baca Juga Cerita Luhut Dimarahi Tiga Jenderal Kopassus dari Sintong, Kuntara hingga Benny Moerdani

Pada perjalanan karier militernya, Luhut memiliki banyak pengalaman operasi. Salah satunya adalah ketika mendapat penugasan misi di Timor Timur.

Kisah Heroik Luhut Pandjaitan dan Pasukannya Melawan Pasukan Tropas


Mengutip buku “Kopassus untuk Indonesia”, diceritakan kala itu Luhut masih berpangkat Letnan Satu (Lettu) dan menjabat Komandan Kompi A. Pada misinya, pasukannya sempat ditugaskan untuk merebut Aileu sekaligus membantu Batalyon 406 yang dikepung musuh.

Selama berada di medan tempur, Luhut dan timnya harus berhadapan dengan pasukan yang cukup kuat. Mereka adalah Portuguese Paratroopers atau biasa dikenal Tropas.

Baca Juga 6 Fakta Luhut Binsar Pandjaitan, Sosok Menteri yang Ternyata juga Pendiri Sat-81 Kopassus

Keadaan makin runyam ketika data intelijen yang diperoleh ternyata tidak akurat. Terlebih perihal kemampuan tempur dan motivasi tentara Tropas.

Ada sebagian perwira yang mengira pasukan Tropas tidak cukup kuat. Padahal, mereka adalah pasukan elit yang disebut telah dilatih sesuai standar NATO.

Tak hanya itu, sejumlah tentara Tropas juga memiliki pengalaman perang di Mozambik dan Angola. Singkatnya, mereka mempunyai kemampuan tempur yang tidak bisa diremehkan.

Pasukan dari Dili untuk menguasai Aileu tersusun dari beberapa kesatuan dalam satgas. Tahap pertama gerakan satgas adalah induk pasukan Brigif 4 dan kelompok komando satgas menggunakan rute Dili-Aileu sebagai poros utama. Sementara grup Parako dibagi dua, satu detasemen mengambil kiri jalan, satu lagi bersama kelompok komando grup mengambil sisi kanan jalan.

Baca Juga Panggilan Telepon Selamatkan Nyawa Jenderal Luhut dari Pembantaian di Medan Operasi

Setelah mendekat Aileu, Kompi A melakukan gerakan di malam hari, karena ketika siang sampai sore hari tembakan musuh cukup gencar. Waktu itu, Lettu Inf Luhut belum mengetahui situasi medan kala menggantikan Kompi B yang sebelumnya terkepung selama tiga hari di tempat yang sama.

Pada saat memberikan perintah dalam gelap, posisi Koptu Hermintoyo ada di bawahnya. Ketika tembakan lawan semakin gencar, Luhut mencoba tiarap. Namun, secara tidak sadar dia mendorong radio PRC dan Koptu Hermintoyo hingga terjatuh ke jurang yang cukup dalam.

Selama setengah hari, Koptu Hermintoyo belum berani naik ke atas karena tembakan masih terus terdengar. Di dalam jurang, ternyata ia bertemu dua rekannya yang juga jatuh ke jurang karena menghindar dari tembakan lawan.

Luhut pada akhirnya memerintahkannya untuk tetap berada di jurang sampai matahari terbenam. Setelahnya, pasukan Kompi A terus melakukan pergerakan di malam hari sampai akhirnya menemukan musuh di jarak dekat.

Menjelang pagi hari, serangan mulai dilakukan. Bersama tembakan roket dan diikuti rentetan senjata lain, kedudukan musuh berantakan. Pada 27 Desember, grup Parako mencapai Besilau dan diperintahkan menuju Aileu melalui jalur sebelah timur dari poros utama. Dua hari berselang atau 29 Desember, Aileu akhirnya berhasil diduduki.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Rekomendasi
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved