alexametrics

Nasdem Diwanti-wanti Soal Pilkada 2020 di Papua

loading...
Nasdem Diwanti-wanti Soal Pilkada 2020 di Papua
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem diminta untuk tepat dan cermat menentukan calon-calon yang bakal maju di Pilkada Serentak 2020, terutama di Papua. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem diminta untuk tepat dan cermat menentukan calon-calon yang bakal maju di Pilkada Serentak 2020, terutama di Papua. Sebab, beberapa calon yang diusung Partai Nasdem di Papua disebut tidak dikehendaki masyarakat setempat.

"Berkembang di kalangan masyarakat Papua saat ini bahwa beberapa calon yang diusung Partai Nasdem justru tidak dikehendaki masyarakat, tetapi seolah dipaksakan hanya karena memiliki kekuatan finansial semata untuk bisa membeli tiket partai," ujar Tokoh Nasional asal Papua Natalius Pigai dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (1/8/2020). (Baca juga: Kapolri: Penangkapan Djoko Tjandra Bentuk Komitmen Polri)

Pigai mendapat laporan dari bawah bahwa tokoh-tokoh Partai Nasdem di daerah tidak melakukan rekrutmen calon dengan baik. Alhasil, suka tidak suka calon-calon yang diajukan ke DPP Partai Nasdem adalah orang-orang yang sudah dikendalikan oleh segelintir oknum politikus Nasdem di daerah.

"Saya 100 persen percaya bahwa di tingkat nasional, Nasdem memiliki cara kerja yang bagus dalam menentukan calon tetapi tidak di Papua. Banyak calon yang bagus mendaftar tetapi tidak diakomodir hanya karena faktor uang. DPP Nasdem harus memonitor betul kerja tim di Papua ini sehingga politik tanpa mahar Nasdem benar-benar dijalankan," kata mantan Komisioner Komnas HAM itu.



Dia pun memberikan contoh, Kabupaten Pegunungan Bintang. Dari aspirasi mayoritas masyarakat Pegunungan Bintang, petahana yang maju kembali di pilkada mendatang sudah tidak lagi didukung masyarakat.

Pasalnya, petahana dianggap sering meninggalkan daerah dan selama memimpin tidak memberi perubahan apa pun. Bahkan, jika partai tetap memaksakan petahana dimajukan, maka masyarakat mengancam akan memboikot Pilkada di Pegunungan Bintang.



"Artinya partai harus peka dengan aspirasi masyarakat yang memiliki kedaulatan. Masyarakat Pegunungan Bintang sudah frustrasi dan jika petahana maju kembali maka mereka akan terus menderita sehingga jika tetap dipaksakan maka langkah yang diambil adalah boikot. Ini ekspresi kekecewaan yang sangat tinggi dan berharap Nasdem peka," kata Pigai.

Situasi saat ini, kata dia, petahana yaitu Costan Oktemka sedang berupaya dengan segala cara untuk memborong semua partai politik sehingga maju menjadi calon tunggal. "Memborong semua partai adalah tindakan pengecut. Tentu karena petahana sudah tahu bahwa dia tidak didukung maka satu-satunya cara adalah lawan kotak kosong. Ini merusak demokrasi," terang Pigai.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak