Uji Materi Usia Capres/Cawapres, Pemuda Muhammadiyah Soroti Nasib Anak Muda
Jum'at, 08 September 2023 - 18:10 WIB
loading...
Judicial Review (JR) atau uji materi Undang-Undang (UU) Pemilu terkait usia minimal Capres/Cawapres kini tengah dilakukan di MK. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Judicial Review (JR) atau uji materi Undang-Undang (UU) Pemilu terkait usia minimal Capres/Cawapres kini tengah dilakukan di Mahkamah Konstitusi (MK). Pemuda Muhammadiyah pun turut memberikan perhatian terhadap uji materi UU tersebut.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Nasrullah menyoroti tentang peran anak muda. Di mana sejarah panjang bangsa Indonesia hingga saat ini tak terlepas dari adanya peran anak muda.
"Pergerakan memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak luput dari semangat dan keterlibatan anak-anak muda pada waktu itu," kata Nasrullah dalam keterangannya, Jumat (8/9/2023).
"Dimulai dari lahirnya Sumpah Pemuda hingga tidak sedikit tokoh-tokoh muda pada waktu itu yang menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia," tambahnya.
Kata Nasrullah, disadari atau tidak, masa Orde Baru yang begitu lama berkuasa, 32 tahun lamanya, membuat generasi-generasi muda potensial pada zaman itu kehilangan kesempatan untuk ikut berkontribusi atau pun berkontestasi di level nasional untuk ikut membangun bangsanya.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Nasrullah menyoroti tentang peran anak muda. Di mana sejarah panjang bangsa Indonesia hingga saat ini tak terlepas dari adanya peran anak muda.
"Pergerakan memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak luput dari semangat dan keterlibatan anak-anak muda pada waktu itu," kata Nasrullah dalam keterangannya, Jumat (8/9/2023).
"Dimulai dari lahirnya Sumpah Pemuda hingga tidak sedikit tokoh-tokoh muda pada waktu itu yang menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia," tambahnya.
Kata Nasrullah, disadari atau tidak, masa Orde Baru yang begitu lama berkuasa, 32 tahun lamanya, membuat generasi-generasi muda potensial pada zaman itu kehilangan kesempatan untuk ikut berkontribusi atau pun berkontestasi di level nasional untuk ikut membangun bangsanya.
Lihat Juga :