Kepala BNPT Usul Kontrol Rumah Ibadah Dinilai demi Menjaga NKRI
Jum'at, 08 September 2023 - 14:11 WIB
loading...
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Rycko Amelza. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ), Komjen Pol Rycko Amelza mengusulkan untuk mengontrol rumah ibadah dinilai sebagai upaya BNPT dalam menjaga NKRI. Hal ini dikatakan oleh Ketua Jaringan Mubaligh Muda Indonesia (JAMMI), Irfaan Sanoesi.
"JAMMI menyadari statement Kepala BNPT menuai kontroversi di tengah masyarakat. Namun setelah melakukan tabayun dari pihak BNPT semuanya menjadi terang benderang. Bahwa spirit Kepala BNPT adalah menjaga persatuan dan keutuhan NKRI, dimulai dari rumah ibadah di seluruh Indonesia," kata Irfaan, Jumat (8/9/2023).
"Yang ditekankan oleh Pak Rycko adalah upaya kolaboratif dari semua elemen masyarakat, tak hanya pemerintah. Karena contohnya masjid tidak mungkin pemerintah bisa menjangkau jumlah masjid yang banyak itu dan diawasi. Belum lagi rumah ibadah umat lain. Ini akan menguras tenaga dan anggaran," tambah Irfaan.
Baca juga: Penjelasan Kepala BNPT terkait Usulan Kontrol Tempat Ibadah
Irfaan mengemukakan, bahwa titik tekan BNPT adalah memberikan edukasi kepada penceramah agar memberikan pencerahaan untuk tidak saling membenci dan memaki, sehingga tercipta toleransi.
Kata dia, bahwa benih radikalisme dan terorisme adalah intoleransi dan anti perbedaan. Padahal menurutnya, perbedaan adalah sebuah takdir yang sulit dielakkan.
"Nah tugas edukasi itulah dilakukan oleh pengelola rumah ibadah. Diberi pengertian bahwa Indonesia adalah negeri majemuk. Dan perbedaan adalah hukum alam (sunnatullah)," ujarnya.
"JAMMI menyadari statement Kepala BNPT menuai kontroversi di tengah masyarakat. Namun setelah melakukan tabayun dari pihak BNPT semuanya menjadi terang benderang. Bahwa spirit Kepala BNPT adalah menjaga persatuan dan keutuhan NKRI, dimulai dari rumah ibadah di seluruh Indonesia," kata Irfaan, Jumat (8/9/2023).
"Yang ditekankan oleh Pak Rycko adalah upaya kolaboratif dari semua elemen masyarakat, tak hanya pemerintah. Karena contohnya masjid tidak mungkin pemerintah bisa menjangkau jumlah masjid yang banyak itu dan diawasi. Belum lagi rumah ibadah umat lain. Ini akan menguras tenaga dan anggaran," tambah Irfaan.
Baca juga: Penjelasan Kepala BNPT terkait Usulan Kontrol Tempat Ibadah
Irfaan mengemukakan, bahwa titik tekan BNPT adalah memberikan edukasi kepada penceramah agar memberikan pencerahaan untuk tidak saling membenci dan memaki, sehingga tercipta toleransi.
Kata dia, bahwa benih radikalisme dan terorisme adalah intoleransi dan anti perbedaan. Padahal menurutnya, perbedaan adalah sebuah takdir yang sulit dielakkan.
"Nah tugas edukasi itulah dilakukan oleh pengelola rumah ibadah. Diberi pengertian bahwa Indonesia adalah negeri majemuk. Dan perbedaan adalah hukum alam (sunnatullah)," ujarnya.
Lihat Juga :