Enaknya Haji di Tengah Pandemi, Gratis dan Dilayani Seperti Sultan
Jum'at, 31 Juli 2020 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada pagi hari tanggal 8 Dzulhijjah 1441 H atau 29 Juli 2020, Endan bersama jamaah haji lain dalam keadaan berihram kemudian menuju Qornul Manazil, di dekat Thaif, untuk mengambil miqot. Setelah itu kemudian menuju Masjidilharam untuk melaksanakan umrah wajib. Saat melakukan tawaf, setiap grup dibedakan menurut warna yang telah disediakan. Mereka berjalan mengelilingi kakbah sesuai dengan warna itu. Termasuk payung yang digunakan juga sesuai warga grup. Semuanya telah disiapkan dan jamaah tinggal memakainya.(Baca juga: Khotbah Arafah Sheikh Abdullah: Kesulitan Adalah Ujian dari Allah )
Sore harinya rombongan lalu bergerak ke Mina untuk mabit. Mereka menginap di Hotel Abjor Mina bukan di tenda seperti halnya jamaah haji tahun-tahun sebelumnya. "Satu kamar dihuni empat orang dengan tempat tidur terpisah di setiap sudut ruangan," katanya.
Pagi keesokan harinya, jamaah lalu berangkat menggunakan bus menuju masjid di Arafah. Jamaah haji menempati titik-titik yang telah ditentukan lengkap dengan sajadah dan hand sanitizer yang telah disiapkan panitia. Sambil menunggu waktu zuhur, jamaah mendengarkan khutbah wukuf. Usai melaksanakan salat qosor zuhur dan asar, jamaah haji kemudian diantarkan ke tenda Arafah. Satu tenda diisi sekitar 20 orang dengan menerapkan jaga jarak. "Sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, kami berangkat ke Jabal Rahmah untuk berziarah dan berdoa sambil menunggu pemberangkatan ke Muzdalifah,” kata Endan.
Di Muzdalifah, jamaah haji juga tidak perlu mencari batu untuk lempar jumrah. Panitia telah menyiapkan bungkusan berisi batu kerikil. Jamaah menginap di Muzdalifah hingga Jumat (31/7/2020) pagi dan baru bergerak ke Mina dan dilanjutkan lempat jumrah aqabah. Setelah lempat jumrah, jamaah langsung ke Masjidilharam untuk melaksanakan tawaf ifadah dan tahallul untuk menyempurnakan rukun haji.
"Ini baru terasa plong dan percaya bahwa haji ini tidak bayar. Saya sangat bersyukur, seneng banget bisa menunaikan haji di tengah pandemi corona. Ini istimewa banget. Sudah nggak bayar, semua sudah disediakan. Ini haji sultan,” ucap Endan yang mendoakan semoga umat Islam di dunia diberikan keselamatan dan pandemi corona cepat berakhir.
Sore harinya rombongan lalu bergerak ke Mina untuk mabit. Mereka menginap di Hotel Abjor Mina bukan di tenda seperti halnya jamaah haji tahun-tahun sebelumnya. "Satu kamar dihuni empat orang dengan tempat tidur terpisah di setiap sudut ruangan," katanya.
Pagi keesokan harinya, jamaah lalu berangkat menggunakan bus menuju masjid di Arafah. Jamaah haji menempati titik-titik yang telah ditentukan lengkap dengan sajadah dan hand sanitizer yang telah disiapkan panitia. Sambil menunggu waktu zuhur, jamaah mendengarkan khutbah wukuf. Usai melaksanakan salat qosor zuhur dan asar, jamaah haji kemudian diantarkan ke tenda Arafah. Satu tenda diisi sekitar 20 orang dengan menerapkan jaga jarak. "Sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, kami berangkat ke Jabal Rahmah untuk berziarah dan berdoa sambil menunggu pemberangkatan ke Muzdalifah,” kata Endan.
Di Muzdalifah, jamaah haji juga tidak perlu mencari batu untuk lempar jumrah. Panitia telah menyiapkan bungkusan berisi batu kerikil. Jamaah menginap di Muzdalifah hingga Jumat (31/7/2020) pagi dan baru bergerak ke Mina dan dilanjutkan lempat jumrah aqabah. Setelah lempat jumrah, jamaah langsung ke Masjidilharam untuk melaksanakan tawaf ifadah dan tahallul untuk menyempurnakan rukun haji.
"Ini baru terasa plong dan percaya bahwa haji ini tidak bayar. Saya sangat bersyukur, seneng banget bisa menunaikan haji di tengah pandemi corona. Ini istimewa banget. Sudah nggak bayar, semua sudah disediakan. Ini haji sultan,” ucap Endan yang mendoakan semoga umat Islam di dunia diberikan keselamatan dan pandemi corona cepat berakhir.
(abd)
Lihat Juga :