alexametrics

Enaknya Haji di Tengah Pandemi, Gratis dan Dilayani Seperti Sultan

loading...
Enaknya Haji di Tengah Pandemi, Gratis dan Dilayani Seperti Sultan
Endan Suwandana, salah satu dari 14 WNI yang terpilih menjadi jamaah haji 2020. FOTO/DOK.ENDAN SUWANDANA
A+ A-
JAKARTA - Pelaksanaan haji 2020 tidak hiruk pikuk tahun-tahun sebelumnya. Di tengah pandemi COVID-19, Pemerintah Arab Saudi memutuskan tetap menggelar ritual haji secara terbatas. Jamaah hajihanya sekitar 1.000 orang yang terbagi 30% warga lokal dan 70% warga asing yang tinggal di Saudi.

Penyelenggaraan ibadah haji di tengah pandemi ini sangat berbeda dari biasanya. Jamaah haji tidak perlu berdesak-desakan dalam melaksanakan setiap rangkaian ibadah karena jaraknya diatur sedemikian rupa oleh panitia. Istimewanya lagi, jamaah juga tidak dikenakan biaya sepeser pun meski mendapatkan pelayanan layaknya sultan.

Seperti dituturkan Endan Suwandana, salah satu dari 14 WNI yang terpilih menjadi jamaah haji 2020. Setelah mendapatkan surat izin berhaji dari Kerajaan Arab Saudi, Endan yang tinggal di Madinah ditanya akan naik pesawat atau bus untuk menuju Jeddah. Karena tidak mengetahui bahwa haji tahun ini gratis, suami Siti Mariyah tersebut menjawab akan naik bus.(Baca juga: Begini Proses Pendaftaran WNI yang Terpilih Jadi Jamaah Haji 2020)

Endan kemudian diberitahu oleh ketua grup jamaah bahwa akan diberikan tiket gratis. Namun karena tidak kunjung mendapatkan tiket yang dimaksud, dia lalu berangkat sendiri menggunakan bus dari Madinah ke Jeddah. "Baru sampai di rumah teman (di Jeddah), ada SMS masuk bahwa besok diminta kumpul di Bandara Madinah untuk berangkat ke Jeddah. Jadi saya sebenarnya disediakan pesawat dari Madinah ke Jeddah, tapi saya malah naik bus mandiri," katanya menuturkan hal-hal lucu yang dialami kepada SINDOnews, Jumat (31/7/2020).



Endan lalu bergabung dengan jamaah haji lainnya di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Di tempat itu, jamaah haji dibagi per grup. Setiap grup berisi 10 bus. Satu bus berisi 20 orang. Rombongan haji kemudian menuju Aziziyah, Mekkah. Endan menginap di Hotel Four Point dan dikarantina. Satu kamar hanya diisi satu jamaah haji. Mereka tidak dizinkan keluar. Untuk makan dan minum diantarkan oleh petugas ke masing-masing kamar jamaah haji. Jika keluar, maka dianggap gugur, tidak bisa melanjutkan ibadah haji.

Pada pagi hari tanggal 8 Dzulhijjah 1441 H atau 29 Juli 2020, Endan bersama jamaah haji lain dalam keadaan berihram kemudian menuju Qornul Manazil, di dekat Thaif, untuk mengambil miqot. Setelah itu kemudian menuju Masjidilharam untuk melaksanakan umrah wajib. Saat melakukan tawaf, setiap grup dibedakan menurut warna yang telah disediakan. Mereka berjalan mengelilingi kakbah sesuai dengan warna itu. Termasuk payung yang digunakan juga sesuai warga grup. Semuanya telah disiapkan dan jamaah tinggal memakainya.(Baca juga: Khotbah Arafah Sheikh Abdullah: Kesulitan Adalah Ujian dari Allah)



Sore harinya rombongan lalu bergerak ke Mina untuk mabit. Mereka menginap di Hotel Abjor Mina bukan di tenda seperti halnya jamaah haji tahun-tahun sebelumnya. "Satu kamar dihuni empat orang dengan tempat tidur terpisah di setiap sudut ruangan," katanya.

Pagi keesokan harinya, jamaah lalu berangkat menggunakan bus menuju masjid di Arafah. Jamaah haji menempati titik-titik yang telah ditentukan lengkap dengan sajadah dan hand sanitizer yang telah disiapkan panitia. Sambil menunggu waktu zuhur, jamaah mendengarkan khutbah wukuf. Usai melaksanakan salat qosor zuhur dan asar, jamaah haji kemudian diantarkan ke tenda Arafah. Satu tenda diisi sekitar 20 orang dengan menerapkan jaga jarak. "Sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, kami berangkat ke Jabal Rahmah untuk berziarah dan berdoa sambil menunggu pemberangkatan ke Muzdalifah,” kata Endan.

Di Muzdalifah, jamaah haji juga tidak perlu mencari batu untuk lempar jumrah. Panitia telah menyiapkan bungkusan berisi batu kerikil. Jamaah menginap di Muzdalifah hingga Jumat (31/7/2020) pagi dan baru bergerak ke Mina dan dilanjutkan lempat jumrah aqabah. Setelah lempat jumrah, jamaah langsung ke Masjidilharam untuk melaksanakan tawaf ifadah dan tahallul untuk menyempurnakan rukun haji.

"Ini baru terasa plong dan percaya bahwa haji ini tidak bayar. Saya sangat bersyukur, seneng banget bisa menunaikan haji di tengah pandemi corona. Ini istimewa banget. Sudah nggak bayar, semua sudah disediakan. Ini haji sultan,” ucap Endan yang mendoakan semoga umat Islam di dunia diberikan keselamatan dan pandemi corona cepat berakhir.
(abd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak