Bersatu untuk Perdamaian Dunia dan Mendukung Partisipasi Taiwan di PBB
Selasa, 29 Agustus 2023 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
Selain menandatangani perjanjian keamanan dengan Kepulauan Solomon di Pasifik Selatan, China telah mengamankan pelabuhan untuk penggunaan militer masa depan di Samudra Hindia. Semua manuver ini menimbulkan kekhawatiran besar bahwa perdamaian akan semakin sulit dipertahankan.
Memastikan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah kepentingan terbaik bagi semua orang. Separuh dari lalu lintas peti kemas komersial dunia melewati Selat Taiwan setiap hari. Sementara itu, Taiwan memproduksi sebagian besar semikonduktor dunia dan memainkan peran penting dalam rantai pasokan global. Konflik apa pun di kawasan ini akan menimbulkan dampak buruk bagi perekonomian global.
Dalam beberapa tahun terakhir, forum bilateral dan multilateral telah berulang kali menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat diperlukan untuk keamanan global. Meskipun kita semua sepakat bahwa perang harus dihindari, cara terbaik untuk melakukan hal tersebut memerlukan toleransi, dialog, dan yang paling penting adalah persatuan.
PBB tetap menjadi platform terbaik untuk wacana global. Para pejabat PBB sering kali berbicara tentang solusi bersama, solidaritas, dan toleransi dalam mengatasi masalah-masalah mendesak di zaman sekarang ini. Taiwan sangat bersedia dan mampu mengambil bagian dalam upaya ini.
Namun, Taiwan terus dikeluarkan dari PBB karena distorsi yang dilakukan oleh Tiongkok terhadap Resolusi Majelis Umum PBB 2758. Resolusi ini tidak menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari China dan juga tidak memberikan hak kepada China untuk mewakili rakyat Taiwan di PBB dan lembaga khusus lainnya dari PBB.
Faktanya, resolusi tersebut hanya menentukan siapa yang mewakili negara Tiongkok, dan hal ini diakui oleh komunitas internasional serta Tiongkok sendiri setelah pemungutan suara pada tahun 1971. Representasi yang keliru terhadap Resolusi 2758 bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar yang dijunjung oleh Piagam PBB, sehingga hal ini harus diperbaiki.
Sidang Majelis Umum PBB ke-78, yang akan mengangkat tema “Membangun Kembali Kepercayaan Dan Menyalakan Kembali Solidaritas Global,” merupakan pertemuan yang tepat mengingat sejumlah tantangan global yang semakin luas. Misalnya, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) PBB dirancang sebagai cetak biru bersama untuk perdamaian dan kemakmuran.
Memastikan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah kepentingan terbaik bagi semua orang. Separuh dari lalu lintas peti kemas komersial dunia melewati Selat Taiwan setiap hari. Sementara itu, Taiwan memproduksi sebagian besar semikonduktor dunia dan memainkan peran penting dalam rantai pasokan global. Konflik apa pun di kawasan ini akan menimbulkan dampak buruk bagi perekonomian global.
Dalam beberapa tahun terakhir, forum bilateral dan multilateral telah berulang kali menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat diperlukan untuk keamanan global. Meskipun kita semua sepakat bahwa perang harus dihindari, cara terbaik untuk melakukan hal tersebut memerlukan toleransi, dialog, dan yang paling penting adalah persatuan.
PBB tetap menjadi platform terbaik untuk wacana global. Para pejabat PBB sering kali berbicara tentang solusi bersama, solidaritas, dan toleransi dalam mengatasi masalah-masalah mendesak di zaman sekarang ini. Taiwan sangat bersedia dan mampu mengambil bagian dalam upaya ini.
Namun, Taiwan terus dikeluarkan dari PBB karena distorsi yang dilakukan oleh Tiongkok terhadap Resolusi Majelis Umum PBB 2758. Resolusi ini tidak menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari China dan juga tidak memberikan hak kepada China untuk mewakili rakyat Taiwan di PBB dan lembaga khusus lainnya dari PBB.
Faktanya, resolusi tersebut hanya menentukan siapa yang mewakili negara Tiongkok, dan hal ini diakui oleh komunitas internasional serta Tiongkok sendiri setelah pemungutan suara pada tahun 1971. Representasi yang keliru terhadap Resolusi 2758 bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar yang dijunjung oleh Piagam PBB, sehingga hal ini harus diperbaiki.
Sidang Majelis Umum PBB ke-78, yang akan mengangkat tema “Membangun Kembali Kepercayaan Dan Menyalakan Kembali Solidaritas Global,” merupakan pertemuan yang tepat mengingat sejumlah tantangan global yang semakin luas. Misalnya, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) PBB dirancang sebagai cetak biru bersama untuk perdamaian dan kemakmuran.
Lihat Juga :