Kemenhub: Selama KTT ASEAN Pelayanan Publik Tetap Berjalan Normal

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 00:52 WIB
loading...
Kemenhub: Selama KTT...
Jubir Kemenhub Adita Irawati memastikan selama penyelenggaraan KTT ke-43 ASEAN di Jakarta pelayanan publik tetap normal. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) memastikan selama penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN di Jakarta pada 5-7 September 2023 pelayanan publik tetap normal.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, masyarakat tetap dapat mengakses layanan publik, namun diharapkan dapat mengurangi mobilitas selama periode tersebut.

Hal itu dikatakan Adita Irawati dalam diskusi bertajuk “Road to ASEAN Summit 2023: Kesiapan Venue & Transportasi KTT ke-43 Asean” yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Jumat, (25/8/2023).

Baca juga: Sejumlah Aturan saat KTT ASEAN 2023 di Jakarta, dari WFH hingga Pembelajaran Jarak Jauh

Adita menjelaskan, Kemenhub intens berkoordinasi untuk memastikan penyelenggaraan KTT ASEAN dapat terlaksana dengan baik. Hal itu dimulai pengaturan kedatangan para delegasi di bandara hingga mobilitas dan konektivitas para anggota delegasi selama KTT ASEAN.

“Kami sudah mengatur dan intens berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain yang terkait. Juga rekayasa lalu lintas yang mungkin nanti dilakukan, seperti penerapan ganjil genap, kemudian rekayasa lalu lintas terencana atau apabila harus diadakan diskresi, ini banyak perannya nanti di bawah otoritas Polda Metro Jaya,” jelas Adita.

Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas KTT ASEAN 2023 di Jakarta 2-7 September

Adita menjelaskan rekayasa lalu lintas pada saat penyelenggaraan KTT ASEAN tidak hanya yang sudah ditetapkan untuk ruas-ruas tertentu. Namun juga dapat bersifat situasional, tergantung pada perkembangan situasi yang mungkin terjadi pada hari pelaksanaan.

“Kalau padat, kita lakukan rekayasa. Ada ruas-ruas jalan yang ditutup, ada ruas-ruas jalan lain yang diberikan alternatif. Ada juga yang buka tutup pada jam-jam atau ruas-ruas tertentu. Ini akan kami sosialisasikan,” lanjutnya.

Adita juga menegaskan selama penyelenggaraan KTT ASEAN nanti, seluruh layanan transportasi massal akan tetap beroperasi normal untuk melayani masyarakat.

Sebab pemerintah pada prinsipnya tidak ingin mengganggu layanan dan kenyamanan publik. Layanan publik tidak bisa kita tunda atau batasi. MRT akan tetap beroperasi untuk masyarakat umum. "Mungkin nanti di jalur-jalur tertentu ada pengaturan khusus, seperti dari stasiun di depan Kantor ASEAN sampai GBK yang menjadi perputaran anggota delegasi. Bagaimana pun, layanan publik tidak boleh berhenti,” terangnya.

Adita menambahkan, MRT menjadi salah satu moda transportasi resmi yang akan digunakan para delegasi KTT ASEAN, selain kendaraan listrik. Pasalnya, MRT termasuk moda transportasi publik berteknologi tinggi dengan pelayanan yang baik dan menjadi kebanggaan Indonesia di hadapan para delegasi negara sahabat.

“Bahwa Indonesia punya transportasi publik dengan layanan yang sangat baik, dan nanti delegasi diharapkan dapat merasakan secara langsung seperti apa transportasi MRT Jakarta ini dan integrasinya dengan moda transportasi yang lain,” tuturnya.

Selain rekayasa lalu lintas dan kebijakan ganjil genap, lanjutnya, pemerintah juga telah mengatur strategi untuk menekan mobilitas publik selama jalannya KTT ASEAN di Jakarta, khususnya di tengah buruknya kualitas udara Jakarta dalam beberapa waktu terakhir.

“Diharapkan mobilitas orang selama KTT berkurang, begitu juga lalu lintas kendaraan. Untuk ini, kami butuh kerja sama dari masyarakat. Harapannya, jika memang tidak mendesak, pada 3 hari itu, masyarakat dapat mengurangi dulu aktivitas keluar,” ujarnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Ray Rangkuti Singgung...
Ray Rangkuti Singgung Indonesia Masih di Level Ikut-ikutan dalam Politik Luar Negeri
Seskab Teddy soal Prabowo...
Seskab Teddy soal Prabowo Sering ke Luar Negeri: Dunia Sedang Krisis, Pemimpin Harus Bangun Hubungan
Teddy Sebut Biaya Perjalanan...
Teddy Sebut Biaya Perjalanan Luar Negeri yang Melebihi Anggaran Ditanggung Presiden Prabowo
Akhiri Kunjungan ke...
Akhiri Kunjungan ke Prancis, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Rekomendasi
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Berita Terkini
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Infografis
Selama Cuaca Ekstrem,...
Selama Cuaca Ekstrem, Terapkan 5 Langkah ini Agar Anak Tetap Fit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved