Pandemi Covid-19 Belum Usai, Karhutla Sudah Mengintai

Kamis, 30 Juli 2020 - 18:44 WIB
loading...
A A A
Ancam Kesehatan
Covid-19 dan karhutla memiliki kaitan erat. Asap karhutla dapat menambah kerentanan tertular (susceptibility) dan keparahan (severity) seseorang yang terinfeksi Covid-19. Polusi udara menurunkan kekebalan tubuh manusia terhadap virus, sehingga orang yang terpapar asap karhutla akan lebih rentan terinfeksi Covid-19.

Paparan buruk asap karhutla juga meningkatkan penyakit pernafasan, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta peradangan secara sistemik, yang mana semuanya adalah penyakit komorbid dari Covid-19 itu sendiri. Komorbid artinya, jika kedua kondisi terjadi bersamaan maka dampak kesehatannya akan lebih parah.

Karhutla juga berpotensi menambah beban sistem kesehatan yang kini hampir membludak karena Covid-19. Api dan asap juga memaksa banyak orang untuk mengungsi. Jika tidak dikelola dengan protokol kesehatan yang ketat, fasilitas pengungsian dapat menjadi sumber penularan Covid-19 yang baru.

Menilik data Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kebakaran hutan dan lahan tahun lalu mencapai 1,6 juta hektare. BNPB menyebut angka itu merupakan yang terparah dalam tiga tahun terakhir. Luasan kebakaran hutan dan lahan tersebut menyebar di beberapa daerah seperti di Sumatera dan Kalimantan. Dengan mengutip data Bank Dunia, kerugian akibat bencana kebakaran hutan dan lahan pada tahun lalu mencapai sedikitnya Rp75 triliun.

Dari total luas kebakaran tahun lalu, sekitar 494.450 hektare terjadi di lahan dan hutan gambut atau setara 30%. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan sepanjang Agustus-September 2019, kebakaran di hutan dan lahan gambut menyumbang emisi atau CO2 yang sangat tinggi, sebanyak 708 megaton.

(Baca: Peran Optimal dari MPA dan Paralegal Bisa Mencegah Karhutla)

Emisi ini bukan hanya menimbulkan bencana asap di sejumlah daerah, tapi juga merambah ke negara tetangga. Ditambah dengan adanya wabah Covid-19 yang sudah menelan banyak korban jiwa di Indonesia, dampak terburuk akan terjadi jika kebakaran hutan dan lahan tidak dicegah sedini mungkin pada musim kemarau 2020.

“Akar persoalannya sebenarnya sudah jelas, ini tentang kerusakan hutan dan gambut. Perilaku manusia membakar lahan adalah sebagian dari pemicu,” kata Teguh Surya, Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan.

Selain Covid, lanjut Teguh, RUU Cipta Kerja juga menambah kerentanan lingkungan hidup, karena RUU ini mengatur dan menghilangkan berbagai aturan tentang perlindungan lingkungan khususnya hutan, jika ini terjadi dan dijalankan, 5 provinsi di Indonesia akan terancam kehilangan seluruh hutan alamnya dengan laju deforestasi yang tak terbendung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kolaborasi dan Deteksi...
Kolaborasi dan Deteksi Dini Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Perangkap Kerugian Lingkungan...
Perangkap Kerugian Lingkungan dan Ancaman Ketidakpastian Hukum bagi Investasi Indonesia
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Rekomendasi
Tips Redakan Nyeri Kepala...
Tips Redakan Nyeri Kepala Nyut-nyutan dari Dokter, Sederhana Pakai Bola Tenis
Swiss Tembus Perempat...
Swiss Tembus Perempat Final usai Menang Adu Penalti atas Kolombia
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Berita Terkini
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
PBNU Tetapkan Ponpes...
PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Bupati Kuansing Minta...
Bupati Kuansing Minta Jatah dari 914 Petani terkait Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Infografis
8 Kombes Pol Pecah Bintang...
8 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dimutasi Kapolri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved