Wakasal Sebut 41 Kapal Perang TNI AL Bakal Dimodernisasi
Selasa, 22 Agustus 2023 - 17:14 WIB
loading...
Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono mengungkap rencana peremajaan (refurbishment) 41 kapal TNI AL. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Ahmadi Heri Purwono mengungkap rencana peremajaan (refurbishment) 41 kapal TNI AL masih berproses.
Tahun ini, kata Heri, ada tujuh kapal yang masuk tahap peremajaan di bawah kendali Kementerian Pertahanan (Kemhan). Sementara, TNI AL bertugas untuk koordinasi dan menyiapkan kapal-kapal yang masuk peremajaan.
"Ini sekarang sedang berproses. Saya kira semuanya sudah bekerja, dan saya lihat ada di beberapa galangan, dibagi-bagi di galangan dalam negeri. Ada tujuh kapal yang sekarang ini sedang dikerjakan," kata Heri setelah upacara serah terima dua kapal tunda baru TNI AL di Galangan Noahtu Shipyard, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/8/2023).
Heri menjelaskan, pihaknya perlu mengatur kapal mana saja yang masuk tahap peremajaan atau modernisasi paruh waktu (mid-life modernization), agar tidak mengurangi kesiapan tempur TNI AL.
Baca juga: TNI AL Kembali Bangun 2 Kapal Buatan dalam Negeri, Bakal Ditempatkan di Koarmada III
"Kapal kami juga terbatas tentunya. Kami akan mengirim kapal-kapal dengan tidak mengurangi operasinya di laut. Artinya, kapal-kapal yang harus beroperasi di laut, kami ini Angkatan Laut setiap hari ada 50 kapal yang harus (berlayar) di laut menjaga perairan kita. Itu pun kalau 50 kapal disebar di perairan dari Papua sampai dengan Aceh tidak kelihatan, kecil sekali, sangat kurang (kapal) kita," katanya.
Sebagai informasi, dalam proyek peremajaan 41 kapal TNI AL, Kemhan menunjuk PT PAL Indonesia (Persero) sebagai lead integrator (kontraktor utama).
Tahun ini, kata Heri, ada tujuh kapal yang masuk tahap peremajaan di bawah kendali Kementerian Pertahanan (Kemhan). Sementara, TNI AL bertugas untuk koordinasi dan menyiapkan kapal-kapal yang masuk peremajaan.
"Ini sekarang sedang berproses. Saya kira semuanya sudah bekerja, dan saya lihat ada di beberapa galangan, dibagi-bagi di galangan dalam negeri. Ada tujuh kapal yang sekarang ini sedang dikerjakan," kata Heri setelah upacara serah terima dua kapal tunda baru TNI AL di Galangan Noahtu Shipyard, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/8/2023).
Heri menjelaskan, pihaknya perlu mengatur kapal mana saja yang masuk tahap peremajaan atau modernisasi paruh waktu (mid-life modernization), agar tidak mengurangi kesiapan tempur TNI AL.
Baca juga: TNI AL Kembali Bangun 2 Kapal Buatan dalam Negeri, Bakal Ditempatkan di Koarmada III
"Kapal kami juga terbatas tentunya. Kami akan mengirim kapal-kapal dengan tidak mengurangi operasinya di laut. Artinya, kapal-kapal yang harus beroperasi di laut, kami ini Angkatan Laut setiap hari ada 50 kapal yang harus (berlayar) di laut menjaga perairan kita. Itu pun kalau 50 kapal disebar di perairan dari Papua sampai dengan Aceh tidak kelihatan, kecil sekali, sangat kurang (kapal) kita," katanya.
Sebagai informasi, dalam proyek peremajaan 41 kapal TNI AL, Kemhan menunjuk PT PAL Indonesia (Persero) sebagai lead integrator (kontraktor utama).
Lihat Juga :